Keranjingan Nonton Bola, Presiden Donald Trump Tak Peduli Hal Ini

Kompas.com - 15/06/2020, 15:11 WIB
Ilustrasi - Liga futbol Amerika Serikat, NFL bersama produsen perlengkapan olahraga Oakley sedang menguji coba prototipe penutup muka yang dimodifikasi dengan lapisan pelindung N95. SHUTTERSTOCKIlustrasi - Liga futbol Amerika Serikat, NFL bersama produsen perlengkapan olahraga Oakley sedang menguji coba prototipe penutup muka yang dimodifikasi dengan lapisan pelindung N95.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump kian keranjingan nonton bola baik sepak bola gaya Amerika (football) maupun sepak bola gaya Eropa (soccer).

"Saya tak peduli, saya tetap akan menonton Liga NFL maupun MLS meski para pemainnya melakukan penghormatan berlutut," kata Donald Trump.

Baca juga: Liga Inggris, Black Lives Matter Terpampang di 12 Laga

Penghormatan berlutut merebak setelah seorang warga kulit hitam, George Flyod, di Minessota dibunuh oleh polisi kulit putih dalam aksi penangkapan.

Alhasil, insiden rasialis itu membuat AS, hingga, kini, diguncang unjuk rasa yang meluas.

Gelandang timnas Amerika Serikat yang kini memperkuat Schalke 04, Weston McKennie dan Presiden Donald Trump.DOK. KOMPAS.COM Gelandang timnas Amerika Serikat yang kini memperkuat Schalke 04, Weston McKennie dan Presiden Donald Trump.

Sementara itu, Donald Trump menambahkan, akan lain halnya sikap dirinya bila ada sikap tak hormat pada bendera Amerika.

"Saya tak akan menonton NFL dan MLS jika ada pemainnya yang tidak berdiri tegak menghormati bendera Amerika Serikat," kata Trump menegaskan.

Komisionaris Major League Soccer, Don Garber.AFP PHOTO/Jewel Samad Komisionaris Major League Soccer, Don Garber.

Pekan lalu, Federasi Sepak Bola AS mencabut permintaan bahwa pemain berdiri tegak selama lagu kebangsaan dinyanyikan.

Federasi mengatakan kebijakan itu salah dan berasal dari gerakan Black Lives Matter.

Striker DC United, Wayne Rooney, saat merayakan salah satu gol timnya menghadapi Vancouver Whitecaps FC dalam laga Major League Soccer 2018 di Stadion Audi Field , Washington DC, Amerika Serikat, pada 14 Juli 2018.ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP Striker DC United, Wayne Rooney, saat merayakan salah satu gol timnya menghadapi Vancouver Whitecaps FC dalam laga Major League Soccer 2018 di Stadion Audi Field , Washington DC, Amerika Serikat, pada 14 Juli 2018.

Kebijakan itu diadopsi dari sampel kejadian pada 2017 lalu.

Kala itu, pesepak bola wanita AS, Megan Rapione melakukan penghormatan berlutut saat lagu kebangsaan diperdengarkan sebelum laga sepak bola.

Megan Rapione bersimpati pada sikap pemain NFL Colin Kaspernick yang melakukan penghormatan berlutut sebagai simbol menentang rasialisme.

Para seniman dan relawan mengecat pesan Black Lives Matter di jalanan luar Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada 5 Juni 2020. Wali Kota Muriel Bowser menyatakan, jalan itu bakal diberi nama Black Lives Matter Plaza.REUTERS/Washington DC Press Office/Handout Para seniman dan relawan mengecat pesan Black Lives Matter di jalanan luar Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada 5 Juni 2020. Wali Kota Muriel Bowser menyatakan, jalan itu bakal diberi nama Black Lives Matter Plaza.



Sumber FirstPost
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X