Gerakan Atlet Global Ingatkan tentang Penghormatan Berlutut

Kompas.com - 15/06/2020, 13:12 WIB
Marcus Thuram (Borussia Moenchengladbach) merayakan golnya ke gawang Union Berlin dengan berlutut di kakinya sebagai bentuk penghormatan terhadap George Floyd. AFP/MARTIN MEISSNER / POOLMarcus Thuram (Borussia Moenchengladbach) merayakan golnya ke gawang Union Berlin dengan berlutut di kakinya sebagai bentuk penghormatan terhadap George Floyd.

LAUSANNE, KOMPAS.com - Gerakan Atlet Global (GA) mengingatkan tentang penghormatan berlutut berkenaan dengan sikap antirasialisme yang bangkit kembali di AS.

"Melarang atlet melakukan penghormatan berlutu sama saja dengan melanggar hak asasi manusia," kata pernyataan gerakan itu.

Baca juga: Viral Foto Pria Kulit Hitam Selamatkan Pria Kulit Putih dalam Demo Black Lives Matter

GA mengutip Peraturan 50 pada Piagam Olimpiade.

Suasana latihan full team Liverpool di Stadion Anfield pada Senin (1/6/2020) jelang kembalinya Liga Inggris pada 17 Juni 2020.LFC Suasana latihan full team Liverpool di Stadion Anfield pada Senin (1/6/2020) jelang kembalinya Liga Inggris pada 17 Juni 2020.

Pada peraturan itu disebutkan bahwa tidak ada bentuk demonstrasi politik, agama, dan propaganda rasialisme yang diizinkan di situs, lokasi olahraga, dan area Olimpiade lainnya.

Sebelumnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komite Paralimpik Internasional (IPC) mengeluarkan pernyataan bahwa atlet yang melakukan penghormatan berlutu akan berhadapan dengan sanksi.

Para seniman dan relawan mengecat pesan Black Lives Matter di jalanan luar Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada 5 Juni 2020. Wali Kota Muriel Bowser menyatakan, jalan itu bakal diberi nama Black Lives Matter Plaza.REUTERS/Washington DC Press Office/Handout Para seniman dan relawan mengecat pesan Black Lives Matter di jalanan luar Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada 5 Juni 2020. Wali Kota Muriel Bowser menyatakan, jalan itu bakal diberi nama Black Lives Matter Plaza.

Sementara itu, beberapa induk olahraga di dunia memberikan izin penghormatan berlutut bagi para atlet mereka.

Penghormatan berlutut mengemuka lantaran tewasnya seorang warga kulit hitam George Floyd yang dibunuh dalam sebuah penangkapan oleh polisi Minneapolis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X