Gubernur Tokyo: Olimpiade Adalah Kesempatan Terbaik

Kompas.com - 13/06/2020, 23:21 WIB
Obor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo. AFP/BEHROUZ MEHRIObor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo.

TOKYO, KOMPAS.com - Gubernur Tokyo Yuriko Koike dalam pernyataan terkininya mengatakan bahwa Olimpiade adalah kesempatan terbaik.

"Olimpiade Tokyo adalah kesempatan terbaik juga bagi para sponsor," kata perempuan yang tengah berjuang kembali pada pemilihan umum gubernur Tokyo, Juli 2020.

Terkini, lembaga penyiaran milik pemerintah Jepang, NHK, membuat riset kepada para sponsor tentang kelanjutan pelaksanaan Olimpiade.

Baca juga: Gubernur Beri Jaminan Terlaksananya Olimpiade Tokyo

Hasil riset menunjukkan, sekitar 65 persen responden mengatakan tidak punya bayangan apakah pada 2021 kondisi keuangan mereka bisa lebih baik demi menyokong perhelatan itu.

Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

"Aktivitas promosi perusahaan sekitar Olimpiade jauh berkurang karena adanya larangan berkerumun," kata responden.

Para responden yang juga sponsor itu juga cemas apabila pelaksanaan Olimpiade Tokyo akhirnya dibatalkan.

"Beberapa pejabat Olimpiade sempat mengatakan bawa Olimpiade harus berlangsung pada 2021 atau tidak sama sekali," kata para sponsor.

Atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Eko Yuli Irawan. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Eko meraih medali perak kelas 62 kilogram. 


Kompas.com/Josephus Primus Atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Eko Yuli Irawan. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Eko meraih medali perak kelas 62 kilogram.

Pandemi yang belum usai kata mereka memang memunculkan ketidakpastian.

Para sponsor memang menolak mengeluarkan dana tambahan lantaran pengunduran itu.

Akibatnya, beberapa waktu lalu, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengeluarkan dana tambahan hingga 800 juta dollar AS.

Halaman:

Sumber AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X