Kenang Masa Lalu, George Foreman Depresi Berat Usai Dikalahkan Muhammad Ali

Kompas.com - 12/06/2020, 16:00 WIB
George Foreman George Foreman
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Legenda tinju asal Amerika Serikat, George Foreman, mengaku sempat mengalami depresi berat usai dikalahkan Muhammad Ali.

George Foreman dikenal sebagai salah satu raja knockout (KO) dalam sejarah tinju.

Julukan itu disematkan karena George Foreman sering menghancurkan lawan-lawannya dengan mencatat kemenangan KO.

Big George, julukan Foreman, juga diakui sebagai petinju tangguh pada masa jayanya dengan rekor 40 kemenangan secara beruntun.

Bakat Foreman semakin diakui setelah berhasil menumbangkan juara tinju lainnya, Joe Frazier, pada 22 Januari 1973.

Berkat hasil positif tersebut, Foreman mengambil alih semua sabuk juara kelas berat milik Frazier dan menjadi juara tak terbantahkan.

Setelah itu, Foreman sukses mempertahankan semua sabuk juara kelas berat miliknya dalam dua pertarungan selanjutnya.

Peraih medali emas Olimpiade Mexico City 1968 ini kemudian menerima tantangan dari Muhammad Ali.

Baca juga: Floyd Mayweather: Saya Lebih Hebat daripada Muhammad Ali

Keduanya sepakat bertarung dalam mega duel bertajuk Rumble in the Jungle di Kinshasa, Zaire, pada 29 Oktober 1974.

George Foreman percaya diri bisa mengalahkan Muhammad Ali.

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X