Akibat Tindakan Rasialisme, Tyson Fury Jadi Arogan demi Dapat Pengakuan

Kompas.com - 05/06/2020, 08:36 WIB
Petinju asal Inggris, Tyson Fury, menjalani jumpa persi di Manchester Arena, 27 April 2016.
OLI SCARFF/AFPPetinju asal Inggris, Tyson Fury, menjalani jumpa persi di Manchester Arena, 27 April 2016.

KOMPAS.com - Tyson Fury baru-baru ini menceritakan sempat menjadi korban rasialisme.

Perlakuan rasialisme itu dialaminya karena Fury merupakan seorang pendatang yang menetap di Inggris.

"Saya seorang pria kulit putih dan saya mengalami rasialisme pada 2020 karena saya seorang pendatang. Saya berasal dari latar belakang etnis," kata Tyson Fury seperti dikutip dari Mirror.

"Bahkan hari ini Anda pergi ke pub, bar, restoran, dan mereka bilang 'kami berhak untuk tidak membiarkan pendatang masuk, tidak ada pendatang yang diizinkan. Orang gipsi atau pun pendatang'."

Fury pun menambahkan perlakuan rasialisme sudah sering dialaminya sejak 2016. Kala itu, dia dan sang istri yang berlatar belakang keluarga asal Irlandia dilarang masuk ke salah satu restoran di Inggris.

Baca juga: Tyson Fury: Saya Tak Akan Termotivasi Jika Harus Bertarung Tanpa Penonton

Bahkan, tindakan rasialisme itu didapat Tyson Fury ketika dia menjadi juara dunia kelas berat.

Berbicara soal tindakan rasialisme, Tyson Fury juga pernah mengungkapkan hal tersebut berdampak pada kesehatan mentalnya.

Mengutip BBC  (November 2019), Tyson Fury mengatakan dia memutuskan menjadi orang yang bertindak seperti penjahat di awal kariernya.

Keputusannya menjadi lebih arogan dilakukannya demi mendapatkan perhatian dan pengakuan.

"Saya mulai memainkan bagian ini, menjadi arogan dan sombong. Saya akhirnya kehilangan diri saya sendiri," kata Tyson Fury.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X