Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

French Open 2020 Diharapkan Digelar dengan Kehadiran Penonton

Kompas.com - 30/05/2020, 19:40 WIB
Alsadad Rudi,
Nugyasa Laksamana

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Federasi Tenis Prancis (FFT) Jean-Francois Vilotte berharap turnamen tenis Grand Slam French Open 2020 bisa dihelat dengan kehadiran penonton.

Turnamen tenis Grand Slam French Open 2020 pada awalnya dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei-7 Juni.

Namun, pandemi virus corona memaksa turnamen tersebut diundur ke tanggal 20 September-4 Oktober.

Pada keputusan terbaru, French Open 2020 akan dilangsungkan pada 27 September hingga 11 Oktober mendatang.

Namun, pihak penyelenggara harus menunggu persetujuan dari Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe.

Pasalnya larangan mengadakan ajang olahraga di Prancis masih berlaku hingga September.

Baca juga: Kedua Kalinya, French Open 2020 Diputuskan Ditunda

Jean-Francois Vilotte berharap pada waktunya French Open 2020 berlangsung, turnamen tersebut bisa dihadiri penonton.

"Kami mempertimbangkan segala opsi, tetapi FFT memilih tidak mengadakan turnamen tanpa penonton," kata Vilotte.

"FFT ingin ada penonton yang bisa menghormati tindakan pencegahan penyebaran virus. Saya sulit memahami kenapa restoran dan toko bisa dibuka, tetapi French Open tak bisa melakukan hal yang sama," tuturnya lagi.

Vilotte memastikan French Open 2020 akan tetap memprioritaskan aspek kesehatan.

"FFT akan mempertimbangkan situasi kesehatan pada French Open 2020 dan tindakan perlindungan yang harus diikuti mengingat jumlah penonton yang bisa ditampung di Roland Garros," ucap Vilotte. (Lariza Oky Adisty)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Saat Legenda Timnas Indonesia 'Angkat Topi' untuk Ernando Ari...

Saat Legenda Timnas Indonesia "Angkat Topi" untuk Ernando Ari...

Timnas Indonesia
Klopp Pulang Tanpa Keajaiban, Liverpool Terbentur Hati 'Sang Dewi'

Klopp Pulang Tanpa Keajaiban, Liverpool Terbentur Hati "Sang Dewi"

Liga Lain
Piala Asia U23 2024, Syarat Timnas U23 Indonesia Lolos ke Perempat Final

Piala Asia U23 2024, Syarat Timnas U23 Indonesia Lolos ke Perempat Final

Timnas Indonesia
Rapuhnya Pertahanan Arema FC...

Rapuhnya Pertahanan Arema FC...

Liga Indonesia
Persib Vs Persebaya, Bek Maung Waspada meski Bajul Ijo Tanpa Top Skor

Persib Vs Persebaya, Bek Maung Waspada meski Bajul Ijo Tanpa Top Skor

Liga Indonesia
Pesan STY yang Picu Hasil Bersejarah Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Pesan STY yang Picu Hasil Bersejarah Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Timnas Indonesia
Xabi Alonso Ucap 'Roma, Roma, Roma', De Rossi Cium Aroma Balas Dendam

Xabi Alonso Ucap "Roma, Roma, Roma", De Rossi Cium Aroma Balas Dendam

Liga Lain
Timnas Indonesia Bekuk Australia, Asa ke Olimpiade 2024 Terjaga

Timnas Indonesia Bekuk Australia, Asa ke Olimpiade 2024 Terjaga

Timnas Indonesia
Milan Dilibas 10 Pemain Roma, Langsung 'Disidang' Ultras di Olimpico

Milan Dilibas 10 Pemain Roma, Langsung "Disidang" Ultras di Olimpico

Liga Lain
Persib Vs Persebaya, Saat Bojan Hodak Rasakan Tekanan Berbeda...

Persib Vs Persebaya, Saat Bojan Hodak Rasakan Tekanan Berbeda...

Liga Indonesia
5 Fakta Menarik Indonesia Bekuk Australia, Mental dan Ernando Pembeda

5 Fakta Menarik Indonesia Bekuk Australia, Mental dan Ernando Pembeda

Timnas Indonesia
Cara Bertahan Timnas U23 Indonesia yang Perpanjang Kebuntuan Australia

Cara Bertahan Timnas U23 Indonesia yang Perpanjang Kebuntuan Australia

Timnas Indonesia
Indonesia Vs Australia: Komang Teguh Ubah Ketegangan Jadi Kelegaan

Indonesia Vs Australia: Komang Teguh Ubah Ketegangan Jadi Kelegaan

Timnas Indonesia
STY Sorot Aksi Ernando Ari, Indonesia Sukses Bikin Australia Frustrasi

STY Sorot Aksi Ernando Ari, Indonesia Sukses Bikin Australia Frustrasi

Timnas Indonesia
Alasan Emi Martinez Tidak Diusir Setelah Kena Kartu Kuning 2 Kali

Alasan Emi Martinez Tidak Diusir Setelah Kena Kartu Kuning 2 Kali

Liga Lain
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com