Pemain Indonesia Boleh Makan Sambal dan Gorengan, asalkan...

Kompas.com - 23/05/2020, 03:40 WIB
Pemain Timnas U-23 Indonesia Osvaldo Haay beraksi saat melawan pemain Timnas Myanmar dalam pertandingan Semifinal SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu (7/12/2019). Timnas Indonesia menang 4-2 dari Myanmar. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPemain Timnas U-23 Indonesia Osvaldo Haay beraksi saat melawan pemain Timnas Myanmar dalam pertandingan Semifinal SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu (7/12/2019). Timnas Indonesia menang 4-2 dari Myanmar.

KOMPAS.com - Fisik para pemain Indonesia selalu menjadi masalah tersendiri bagi pelatih, terlebih kebiasaan dengan makan gorengan dan sambal.

Dua jenis makanan tersebut sangat berpengaruh dengan fisik pemain di lapangan.

Pelatih sekaligus manajer timnas Indonesia, Shin Tae-Yong, merasakan permasalahan tersebut.

PSSI, selaku federasi sepak bola Indonesia, mencoba mengubah pola makan pemain Tanah Air dengan imbauan melalui serial komik.

Isi komik itu tidak lain adalah betapa bahayanya mengonsumsi gorengan bagi seorang pesepak bola profesional.

Baca juga: Dua Pemain dari Klub Eropa Dipanggil Shin Tae-yong untuk Timnas U19

Dokter timnas Indonesia U19, dr. Dicky Mohammad Shofwan, mengungkapkan bahwa gorengan dan sambal masih menjadi pro kontra bagi kalangan atlet.

Berkaca dari pemain Eropa, pesepak bola Tanah Air memiliki perbedaan tentang cara pandang tersebut.

"Apa sih yang harus kita ketahui dari pedas dan kenapa harus dijauhi oleh atlet," kata Dicky dalam wawancara di live Instagram di akun Liga Kompas Kacang Garuda.

"Sebenarnya mudah, pedas itu kan apabila dikonsumsi secara berlebihan, akan membuat sistem pencernaan menjadi bekerja ekstra keras dan membuat diare."

Baca juga: Tiga Nama Ditinggal Shin Tae-yong Masuk Skuad TC Timnas U-19 Indonesia

"Akhirnya, cairan dari tubuh banyak yang hilang, dan atlet tidak menjadi efisien dalam latihan," jelas dia.

Kendati demikian, dokter timnas U19 itu tidak secara langsung melarang pemain makan sambal atau makanan pedas lainnya.

"Kan nggak semua orang bisa makan tanpa sambal," terang dia.

"Saya menemukan banyak pemain yang diberikan arahan secara langsung nggak boleh makan pedas, nggak boleh makan gorengan, akhirnya pemain nggak mau makan apa-apa," ujarnya.

Oleh sebab itu, kata dia, mengonsumsi sambal boleh saja asalkan dalam porsi yang tepat dan tidak berlebihan.

Baca juga: Shin Tae-yong Coret Bagus Kahfi dari Daftar Pemain Timnas U-19 untuk Piala Asia U-19

"Sebenarnya kita bisa membuat parameter sendiri untuk negara kita, dan dalam kaitan pedas ya memang berharap untuk cari aman."

"Nggak usah makan pedes kalau nggak tahu kualitas (sambal)," jelas Dicky.

Sementara soal gorengan, permasalahan intinya adalah ada dalam minyak itu sendiri.

"Asal muasal minyak kurang bagus. Negara kita pakai minyak dari kelapa sawit, lebih jenuh dengan minyak-minyak lainnya," ungkap dia.

"Berbeda dengan di Eropa yang menggunakan minyak matahari atau olive oil."

"Dan penggunaannya berbeda dengan kita. Di negara kita banyak minyak yang tidak baik digunakan tapi dipakai kembali. Seperti yang di pinggir jalan," jelasnya.

Baca juga: Piala Asia U-19, Shin Tae-yong Panggil 44 Pemain Timnas U-19 untuk Jalani TC Virtual

Jadi, masih kata dia, pemain bisa saja memakan gorengan dengan catatan minyak dan pengolahan yang tepat.

Namun demikian, bukan sebuah kesalahan jika pemain ingin menjaga pola makan layaknya pemain Eropa, apalagi mencontoh pesepak bola elite.

"Pesepak bola Indonesia, terutama yang masih muda cobalah untuk meniru gaya hidup pesepak bola elit dunia, seperti Cristiano Ronaldo."

"Dia sangat disiplin menjaga kebugarannya mulai dari latihan, konsumsi makanan, dan istirahat," tandas dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X