Presiden IOC Indikasikan Olimpiade Tokyo Dibatalkan Jika Gagal Dihelat Tahun 2021

Kompas.com - 21/05/2020, 18:40 WIB
Cincin Olimpiade ditampilkan di depan lokasi pembangunan Stadion Nasional Baru, stadion utama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, selama kesempatan media di Tokyo, Jepang, 3 Jul 2019. channelnewsasia.com/Reuters/Issei KatoCincin Olimpiade ditampilkan di depan lokasi pembangunan Stadion Nasional Baru, stadion utama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, selama kesempatan media di Tokyo, Jepang, 3 Jul 2019.

KOMPAS.com - Presiden Komite Olimpiade Internasional ( IOC), Thomas Bach, mengindikasikan Olimpiade Tokyo dapat dibatalkan jika tidak bisa berlangsung tahun depan karena pandemi virus corona belum berakhir.

Mengutip BBC, panitia penyelenggara dilaporkan tidak memiliki rencana cadangan lainnya setelah memutuskan untuk menunda Olimpiade hingga tahun depan.

Menunda Olimpiade hingga 2021 disebut menjadi pilihan terakhir bagi IOC dan Pemerintah Jepang.

Baca juga: Panitia Tokyo 2020 Kritik Keras Parodi Logo Olimpiade

"Sejujurnya, saya memiliki pemahaman bahwa Anda tidak bisa selamanya mempekerjakan 3.000 atau 5.000 orang dalam suatu event," kata Thomas Bach dikutip dari BBC.

"Anda tidak bisa setiap tahun mengubah seluruh jadwal olahraga di seluruh dunia dari semua federasi. Anda tidak bisa membuat atlet berada dalam ketidakpastian," lanjut Bach.

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan bahwa Olimpiade Tokyo bakal sulit dilaksanakan tahun depan jika virus corona belum benar-benar berakhir.

Hal serupa pun disampaikan oleh Kepala Asosiasi Medis Jepang yang menilai penyelenggaraan Olimpiade Tokyo tahun depan tergantung dengan penemuan vaksin virus corona.

Thomas Bach menambahkan bahwa pihaknya tetap bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatur mekanisme penyelenggaraan Olimpiade tahun depan.

"Kami mengandalkan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia. Kami telah menetapkan satu prinsip yakni membuat semua peserta bisa bertanding dengan aman. Tidak ada yang tahu seperti apa dunia dalam satu tahun ke depan," katanya.

"Jadi, kami harus mendengarkan saran dari para ahli baru kemudian mengambil keputusan pada waktu yang tepat," tuturnya melanjutkan.

Baca juga: Dampak Penundaan Olimpiade Tokyo, IOC Kucurkan Dana hingga Rp 12 Triliun

Meskipun demikian, saat ini pihaknya terus mengusahakan agar Olimpiade Tokyo tahun depan bisa berlangsung sesuai rencana.

"Kami harus tetap menyiapkan Olimpiade dengan skenario yang berbeda. Kami memiliki komitmen untuk melangsungkan pertandingan pada bulan Juli tahun depan," ujar Thomas Bach.

"Semua skenario yang berbeda sedang dalam pertimbangan. Mengapa saya mengatakan ini adalah tugas yang sangat besar karena ada begitu banyak pilihan serta saran yang berbeda sehingga tidak mudah untuk mengatasinya sekarang."

"Ketika kami sudah memiliki kepastian soal bagaimana dunia akan berjalan pada 23 Juli 2021, maka kami akan segera mengambil keputusan yang tepat," tegasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X