Mekanisme Pelatihan Baru, Ini yang Harus Dilakukan Atlet Lari

Kompas.com - 20/05/2020, 17:35 WIB
Suryo Agung Wibowo dari Indonesia berkompetisi di 100m putaran 1 putra 2 putra di kompetisi atletik di Asian Games ke-16 di Guangzhou pada 21 November 2010. AFP/FRANCOIS XAVIER MARITSuryo Agung Wibowo dari Indonesia berkompetisi di 100m putaran 1 putra 2 putra di kompetisi atletik di Asian Games ke-16 di Guangzhou pada 21 November 2010.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Mekanisme pelatihan baru di tengah pandemi corona menjadi acuan bagi seluruh atlet dan pelatih lari di Indonesia.

Direktur Pelatnas PB PASI Mustara Musa mengemukakan hal itu dalam diskusi virtual pada Rabu (20/5/2020).

Maria Nathalia Londa berhasil mendapatkan medali perunggu dalam Thailand Open 2019Redaksi Kompas.com Maria Nathalia Londa berhasil mendapatkan medali perunggu dalam Thailand Open 2019

"Kita harus beradaptasi," katanya sembari menambahkan jika pandemi corona selesai, pihaknya bisa menyusun program latihan lanjutan.

Mustara menyampaikan pesannya itu untuk pelatih dan atlet pelatnas dan pelatda.

Mural bergambar pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di Kampung Asian Games Pucang Sawit, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (25/8/2018). Meskipun tidak bisa mendukung atlet Indonesia secara langsung saat gelaran Asian Games 2018 berlangsung di Jakarta dan Palembang, seniman mural dari Komunitas Mewarnai Indonesia Mural Company di Solo menggambar ekspresi atlet-atlet Indonesia peraih medali emas.ANTARA FOTO/MAULANA SURYA Mural bergambar pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di Kampung Asian Games Pucang Sawit, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (25/8/2018). Meskipun tidak bisa mendukung atlet Indonesia secara langsung saat gelaran Asian Games 2018 berlangsung di Jakarta dan Palembang, seniman mural dari Komunitas Mewarnai Indonesia Mural Company di Solo menggambar ekspresi atlet-atlet Indonesia peraih medali emas.

Mustara mengatakan pandemi corona memberi pengaruh pada program latihan dan kompetisi lokal.

Setidaknya, jika sebelum pandemi ada lima hingga enam kejuaraan atletik per tahun di Jakarta, kata Mustara, kini kegiatan itu berhenti semua.

Kontingen Indonesia berparade bersama kontingen 10 negara lainnya dalam upacara penutupan SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Rabu (11/12/2019). SEA Games ke-30 di Filipina resmi ditutup dan akan digelar kembali di Vietnam pada 2021.ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Kontingen Indonesia berparade bersama kontingen 10 negara lainnya dalam upacara penutupan SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Rabu (11/12/2019). SEA Games ke-30 di Filipina resmi ditutup dan akan digelar kembali di Vietnam pada 2021.

PASI sudah memulangkan para atlet pelatnas dan pelatda pada Maret 2020.

Mustara menambahkan, seluruh atlet juga wajib mengikuti protokol pencegahan corona.

"Pelatih dan atlet harus mengutamakan kesehatan," ucapnya.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X