Pelatih Klub Malaysia Ungkap Faktor Timnas Indonesia "Kehilangan" Striker Lokal

Kompas.com - 16/05/2020, 18:00 WIB
Pemain Indonesia, Maldini (nomor 15), Muchlis Hadi Ning (nomor 10), Zulfiandi (nomor 19), ikut berselebrasi setelah Evan Dimas (tengah) membobol gawang Korea Selatan pada pertandingan kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu(12/10/2013). Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-19 yang akan berlangsung di Myanmar tahun depan, setelah menang dengan skor 3-2. 
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPemain Indonesia, Maldini (nomor 15), Muchlis Hadi Ning (nomor 10), Zulfiandi (nomor 19), ikut berselebrasi setelah Evan Dimas (tengah) membobol gawang Korea Selatan pada pertandingan kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu(12/10/2013). Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-19 yang akan berlangsung di Myanmar tahun depan, setelah menang dengan skor 3-2.

KOMPAS.com - Semenjak adanya program naturalisasi di tubuh timnas Indonesia, posisi striker lokal sedikit tergeser.

Timnas Indonesia banyak memakai jasa "instan" untuk mengisi lini depan. Seperti halnya Alberto Goncalves, Ilija Spasojevic, hinnga Stefano Lilipaly.

Naturalisasi bukanlah cara yang salah. Hanya, tanpa adanya upaya PSSI maupun stakeholder terkait, posisi striker lokal tentu kian menghilang.

Hampir dari setiap laga timnas Indonesia, khususnya senior, lebih sering menggunakan nama-nama pemain naturalisasi untuk posisi penyerang.

Baca juga: Bagus Kahfi hingga Dedik Setiawan, Para Mutiara di Timnas Indonesia

Di sisi lain, striker lokal juga belum mampu menjawab kepercayaan pelatih maupun pencinta sepak bola Tanah Air untuk menjebol gawang lawan atau sekadar mendapat tempat di skuad utama.

Hal tersebut nyatanya juga diakui oleh mantan penyerang andalan timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

Pria kelahiran Kabupaten Magelang tersebut saat ini menjadi pelatih klub asal Malaysia, Sabah FA, yang berkompetisi di liga kasta tertinggi Negeri Jiran.

Kurniawan menyebut keberadaan penyerang lokal di tubuh timnas Indonesia mulai tersingkir.

Baca juga: Eks Pemain Timnas Brasil Klaim Lebih Berbakat daripada Messi dan Ronaldo

"Memang regenerasi striker lokal sangat minim, banyak faktor juga," kata Kurniawan Dwi Yulianto di akun YouTube Tabloid Bola tahun 2018 lalu.

"Tren sepak bola sekarang kan menggunakan satu striker, di mana biasanya klub-klub itu memakai slotnya dipakai oleh pemain asing."

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X