Kisah Egy Maulana Vikri Hampir Ditangkap Polisi Saat Lockdown di Polandia

Kompas.com - 10/05/2020, 19:58 WIB
Pemain Timnas U-22 Indonesia Egy Maulana Vikri (tengah) berebut bola dengan dua pemain Timnas Vietnam Huynh Tan Sinh (kiri) dan Do Hung Dung (kanan) dalam final sepak bola putra SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12/2019). Timnas U-22 Indonesia meraih medali perak setelah kalah 0-3 dari Vietnam. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPemain Timnas U-22 Indonesia Egy Maulana Vikri (tengah) berebut bola dengan dua pemain Timnas Vietnam Huynh Tan Sinh (kiri) dan Do Hung Dung (kanan) dalam final sepak bola putra SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12/2019). Timnas U-22 Indonesia meraih medali perak setelah kalah 0-3 dari Vietnam.

KOMPAS.com - Masa pandemi virus corona memberikan pengalaman tersendiri bagi seorang Egy Maulana Vikri. Penyerang Lechia Gdansk ini ternyata pernah hampir ditangkap polisi saat joging pada masa lockdown.

Egy Maulana Vikri tengah berkarier di klub kasta utama Liga Polandia, Lechia Gdansk.

Penyerang berusia 19 tahun tersebut menjalani tahun kedua dari kontrak tiga musimnya di kota yang terletak di pesisir Laut Baltik tersebut.

Seperti semua negara lain, Polandia juga tak luput dari pandemi virus corona.

Kendati demikian, Egy Maulana Vikri memuji tindakan Pemerintah Polandia untuk memerangi Covid-19 sehingga kini warga mulai bisa beraktivitas seperti normal.

Baca juga: Jersey Egy Maulana Vikri Laku Terlelang Senilai Rp 20 Juta

"Menurut saya penanganan di sini sangat bagus sekali," tutur Egy Maulana Vikri saat berbincang-bincang lewat IG TV dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, pada Minggu (10/5/2020).

"Karena benar-benar lockdown, penyebarannya menjadi sangat lambat. Sekarang semua normal, tidak ada lockdown lagi," tutur penyerang lincah asal Medan ini.

"Orang-orang sudah menjalani aktivitas masing-masing. Hanya saja masih perlu menggunakan masker," ujarnya.

Egy pun punya kisah mengenai tindakan tegas pemerintah setempat dalam menegakkan lockdown tersebut.

"Pernah ketika lagi lockdown, kan kami ada latihan individu yang tetap harus dijalankan," tutur Egy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X