ASEAN Para Games, Filipina Kibarkan Bendera Putih

Kompas.com - 04/05/2020, 21:18 WIB
Obor Asian Paragames saat tiba di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (30/9/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVIObor Asian Paragames saat tiba di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (30/9/2018).

MANILA, KOMPAS.com - Filipina akhirnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah lantaran tak bisa menjadi tuan rumah ASEAN Para Games.

Saat ini, Filipina masih terjangkit pandemi corona.

Baca juga: Atlet Paralimpik Indonesia Kehilangan Mata Pencarian

Awalnya, kegiatan kejuaraan untuk atlet penyandang disabilitas seluruh Asia Tenggara itu bakal berlangsung pada Januari 2020.

Tim putri voli duduk Jawa Tengah dan Jawa Timur bertanding di Pekan Paralimpik Nasional 2016 (PEPARNAS) di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, (18/10/2016). PEPARNAS 2016 yang mempertandingkan 13 cabang olahraga berlangsung hingga 24 Oktober mendatang.Kompas.com/Kristianto Purnomo Tim putri voli duduk Jawa Tengah dan Jawa Timur bertanding di Pekan Paralimpik Nasional 2016 (PEPARNAS) di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, (18/10/2016). PEPARNAS 2016 yang mempertandingkan 13 cabang olahraga berlangsung hingga 24 Oktober mendatang.

Lantas, jadwal itu molor hingga Maret 2020.

Kemudian, penundaan terjadi lagi menjadi 3-9 Oktober 2020.

Atlet lari putra Jawa Barat, Jaenal Aripin (depan) memimpin pertandingan pada final nomor100 meter klasifikasi T 54 putra di Pekan Paralimpik Nasional 2016 (PEPARNAS) di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, (18/10/2016). PEPARNAS 2016 yang mempertandingkan 13 cabang olahraga berlangsung hingga 24 Oktober mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Atlet lari putra Jawa Barat, Jaenal Aripin (depan) memimpin pertandingan pada final nomor100 meter klasifikasi T 54 putra di Pekan Paralimpik Nasional 2016 (PEPARNAS) di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, (18/10/2016). PEPARNAS 2016 yang mempertandingkan 13 cabang olahraga berlangsung hingga 24 Oktober mendatang.

Kini, pemerintah mengambil kebijakan bahwa tidak ada kegiatan olahraga internasional di Filipina hingga 2020 usai.

Nasib ASEAN Para Games kini berada di Federasi Olahraga Paralimpik ASEAN (APSF).

Atlet lempar cakram putra Jawa Barat, Marcelino Solaholo bertanding pada final nomor lempar cakram klasifikasi F 56 putra di Pekan Paralimpik Nasional 2016 (PEPARNAS) di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, (18/10/2016). PEPARNAS 2016 yang mempertandingkan 13 cabang olahraga berlangsung hingga 24 Oktober mendatang.KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Atlet lempar cakram putra Jawa Barat, Marcelino Solaholo bertanding pada final nomor lempar cakram klasifikasi F 56 putra di Pekan Paralimpik Nasional 2016 (PEPARNAS) di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, (18/10/2016). PEPARNAS 2016 yang mempertandingkan 13 cabang olahraga berlangsung hingga 24 Oktober mendatang.

Sementara itu, Komite Paralimpik Filipina melalui presidennya, Michal Barredo mengatakan pendanaan untuk ASEAN Para Games ditolak oleh Komisi Olahraga Filipina.

"Tentu tidak memungkinkan menggelar ASEAN Para Games tanpa dukungan pemerintah," kata Michael Barredo.

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

Sementara itu, Presiden Dewan Paralimpik Malaysia Datuk Seri Megat D. Shahriman Zaharudin mengatakan akan mengontak APSF untuk melakukan klarifikasi terkait informasi di atas.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X