KONI Pusat Minta Persiapan Tetap Dilanjutkan meski PON Resmi Ditunda

Kompas.com - 01/05/2020, 17:10 WIB
Drawa (kanan) dan Kangpo (kiri) akan menjadi Maskot PON 2020 Papua yang baru diperkenalkan pada Rabu, 20 November 2019. Antara/ Bayu KuncahyoDrawa (kanan) dan Kangpo (kiri) akan menjadi Maskot PON 2020 Papua yang baru diperkenalkan pada Rabu, 20 November 2019.


KOMPAS.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berharap persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) tetap dilanjutkan meski event olahraga tersebut akan ditunda hingga tahun depan.

PON 2020 resmi ditunda usai Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan mandatnya dalam rapat kabinet terbatas pada Kamis (23/4/2020) lalu.

PON 2020 di Papua pada 20 Oktober hingga 2 November 2020 mendatang terpaksa ditunda hingga Oktober 2021 karena pandemi virus corona.

Meski demikian, KONI Pusat mengimbau persiapan PON harus tetap berjalan termasuk pembangunan venue dan persiapan akomodasi walaupun bakal menghadapi sejumlah kendala.

Baca juga: Proses Persiapan PON 2020 Sesuai Rencana meski Ditunda akibat Covid-19

Kendala tersebut adalah pembatasan wilayah di Papua yang menbuat distribusi bahan baku dan peralatan import dari luar negeri terhambar.

Belum lagi negara-negara produsen yang tadinya diharapkan bisa menyuplai peralatan olahraga juga mengalami kondisi yang sama.

Padahal, jika dalam situasi normal, pembangunan seluruh venue olahraga ditargetkan selesai pada Juli 2020.

"Karena Covid-19 progresnya mungkin tidak sesuai jadwal, tapi minimal tetap harus ada pergerakan," ucap Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno, sebagaimana dikutip dari Antara.

Hal itu harus tetap dilakukan sebab masih ada beberapa venue olahraga yang bahkan belum mulai dibangun.

Suwarno menyebut lapangan panahan dan dayung menjadi salah satu venue yang tetap harus dikerjakan karena baru tribune penonton yang telah dibangun.

Baca juga: PON 2020 Diundur ke Tahun Depan, Ini Daftar Acara Olahraga di Indonesia pada 2021

Dukungan rumah susun di Merauke dan Jayapura pun saat ini masih dalam proses lelang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Dengan kondisi seperti ini, sudah pasti kekuatan akan berkurang jadi 50 persen. Target penyelesaian pun akan disesuaikan dengan perkembangan situasi," ujar Suwarno.

"Di Timika baru lelang untuk pembangunan panjat tebing dan GOR biliar masih menunggu anggaran tahap berikutnya. Akan tetapi, progres harus jalan meskipun tidak signifikan," katanya mengakhiri.

 



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X