Legenda Tenis Sebut Penundaan Turnamen Berdampak ke Pemain Muda

Kompas.com - 27/04/2020, 11:00 WIB
Petenis Austria, Dominic Thiem, melaju ke final French Open 2019 seusai menyisihkan unggulan pertama, Novak Djokovic, 8 Juni 2019. AFP/PHILIPPE LOPEZPetenis Austria, Dominic Thiem, melaju ke final French Open 2019 seusai menyisihkan unggulan pertama, Novak Djokovic, 8 Juni 2019.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Legenda tenis dunia asal Swedia, Mats Wilander, mengaku menghawatirkan nasib para petenis muda selama penangguhan turnamen akibat pandemi virus Corona alias Covid-19.

Mats Wilander mengatakan, perhatiannya saat ini tertuju kepada para petenis muda berbakat, yakni Stefanos Tsitsipas, Alexander Zverev, Dominic Thiem, dan Daniil Medvedev daripada para pemain elite, yaitu Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic.

Menurut eks petenis nomor satu dunia yang memiliki tujuh gelar grand slam itu, penundaan masa kompetisi bisa berdampak negatif terhadap psikologis para pemain muda.

Apalagi, sebelum kompetisi mandek, grafik performa mereka baru saja mulai menanjak.

Baca juga: WTA dan ATP Sambut Baik Usulan dari Roger Federer

"Hal itu tentu lebih menyakitkan karena Novak (Djokovic) dalam kondisi yang sangat baik, sedangkan Roger (Federer) semakin tua," ucap Wilander, dikutip BolaSport.com dari Reuters.

"Namun, bagi pemain yang lebih muda, istirahat seperti ini jauh lebih sulit. Mereka memang bisa berlatih di suatu tempat, tetapi tidak berkompetisi?" kata Wilander lagi.

Lebih lanjut, Wilander mengatakan bahwa para pemain muda butuh mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih banyak ketimbang para pemain senior, terutama mereka yang berada di level elite.

"Satu-satunya cara meningkatkan kemampuan ketika Anda berumur 21 tahun dan membangun kepercayaan diri adalah meningkatkan pengetahuan dengan cara bertanding," ucap Wilander.

Baca juga: Legenda Tenis Dukung Usul Roger Federer untuk Gabungkan ATP dan WTA

"Federer bisa absen selama enam bulan, tetapi dia masih tahu bagaimana cara memenangi pertandingan, sedangkan para pemain muda masih mencari format permainan mereka dalam memenangi pertandingan," kata dia lagi.

Kekhawatiran lain Mats Wilander adalah ketika para pemain kehilangan pendapatan sehingga membuat mereka mungkin memilih keluar dari dunia olahraga tenis.

"Mungkin para penggemar tidak ingin menonton para pemain peringkat ke-100 hingga 300 karena tidak tahu nama-nama mereka, tetapi mereka memiliki peran penting dalam melengkapi tur," ujar dia.

Baca juga: Simona Halep Ragu Turnamen Tenis Bisa Digelar Lagi Tahun Ini

Seperti halnya cabang olahraga lainnya, tenis juga mengalami penundaan turnamen sejak Maret lalu.

ATP dan WTA bersama ITF memutuskan untuk menangguhkan semua turnamen hingga pertengahan Juli mendatang.

Dua turnamen grand slam yang tersisa pada tahun ini ialah US Open pada bulan Agustus dan French Open pada bulan September mendatang. (Muhamad Husein)


Sumber BolaSport
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X