Tiga Pemain PSIS Tekuni Bisnis Kaos di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 26/04/2020, 21:00 WIB
Pesepak bola PSIS Semarang Hari Nur Yulianto (kedua kiri) memeluk rekannya Bruno Silva usai membobol gawang Barito Putera dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (13/10). PSIS menang atas Barito Putera dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Hari Nur Yulianto. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/kye/18. ADITYA PRADANA PUTRAPesepak bola PSIS Semarang Hari Nur Yulianto (kedua kiri) memeluk rekannya Bruno Silva usai membobol gawang Barito Putera dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (13/10). PSIS menang atas Barito Putera dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Hari Nur Yulianto. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/kye/18.

KOMPAS.com - Dihentikannya kompetisi Shopee Liga 1 2020 akibat pandemi Covid-19 dimanfaatkan oleh tiga pemain PSIS untuk mencoba terjun ke dunia usaha.

Ketiga pemain tersebut adalah Hari Nur Yulianto, Alfeandra Dewangga Santosa, dan Kartika Vedhayanto.

Mereka menekuni bisnis kaos di tengah masa jeda kompetisi akibat pandemi Covid-19.

Hari Nur, Alfeandra, dan Kartika membuka brand kaos yang kemudian dipasarkan secara online.

Baca juga: Pemain PSIS Lupa Nama Pelatih Setelah Lama Dirumahkan

Hari Nur meluncurkan merek kaos dengan nama sesuai inisialnya, yaitu @hny_id.

Winger berusia 30 tahun itu mengaku ingin mencari tantangan baru di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Ini untuk mengisi waktu luang karena Liga 1 berhenti dan PSIS tidak ada latihan, jadi saya mencoba belajar bisnis," ujar Hari Nur seperti dikutip dari laman resmi PSIS.

Sementara itu, dua pemain muda PSIS, Alfeandra Dewangga Santosa membuat kaos dengan merek @alf.store19_ dan Kartika Vedhayanto mengelola akun @seventeen17.co untuk menjadi distributor pakaian.

Baca juga: Lawan Covid-19, Kiper PSIS Lelang Jersey Rekannya secara Mandiri

Dua anggota timnas U-19 Indonesia itu memiliki tekad untuk belajar bisnis dan ingin menambah tabungan di tengah liburnya kompetisi Liga 1.

"Sebenernya niat saya sudah lama untuk bisnis kaos, namun baru sempat sekarang. Buat belajar bisnis juga mumpung masih muda," ujar Dewa, sapaan akrab Alfeandra Dewangga.

"Tidak jauh beda sama Dewa, saya juga ingin belajar bisnis. Namun kalau saya hanya menjual, mungkin kalau Dewa sama Mas Hari Nur produksi merek sendiri," timpal Kartika.

Baca juga: Bomber PSIS Bruno Silva Ingin Jadi WNI demi Bela Timnas Indonesia

Ketiga pemain PSIS tersebut berharap bisnis kaos yang mereka tekuni bisa berjalan lancar dan bisa menghasilkan pendapatan tambahan di luar sepak bola.

Selain untuk mengisi jeda kompetisi akibat pandemi Covid-19, mereka juga menekuni bisnis sebagai persiapan masa depan.

Sebab, Hari Nur, Alfeandra, dan Kartika sadar betul bahwa mereka tidak selamanya akan bergantung kepada sepak bola.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X