Macan Putih, Julukan Persik yang Bawa Sejarah Sakral Masyarakat Kediri

Kompas.com - 22/04/2020, 09:20 WIB
Maskot dan julukan Persik Kediri, macan putih (ungu). KOMPAS.com/Suci RahayuMaskot dan julukan Persik Kediri, macan putih (ungu).


KEDIRI, KOMPAS.com - Julukan tidak hanya sekadar menjadi pengganti nama atau alias, tetapi juga merangkap menjadi sebuah gambaran atau identitas sebuah klub.

Umumnya, sebuah julukan mewakili karakteristik klub itu sendiri dengan kelebihan-kelebihannya.

Seperti halnya Persik Kediri yang memutuskan menjadikan Macan Putih sebagai julukannya.

Julukan Macan Putih bukanlah julukan sembarangan, melainkan juga membawa sejarah dan nama besar Kota Kediri.

Persik Kediri berdiri pada 19 Mei 1950, tetapi julukan Macan Putih baru eksis pada sekitar 2001 silam.

Baca juga: Pelatih Persik Terus Cari Formula Terbaik di Tengah Pandemi Corona

Tidak ada yang tahu pasti siapa yang pertama kali menyematkan julukan Macan Putih kepada Persik Kediri.

Namun, julukan ini mulai muncul saat Persik Kediri diketuai oleh HA Maschut yang saat itu juga menjabat sebagai Wali Kota Kediri.

Julukan Macan Putih kemudian dipatenkan setelah Persik berhasil promosi ke Divisi 1 (sekarang Liga 2) pada 2001 silam.

Julukan Macan Putih diambil dari salah satu bagian lambang Pemerintah Kota Kediri. Pemberian julukan ini pun tidak main-main karena memiliki jejak sejarah di dalamnya.

Baca juga: Menyelisik Julukan Singo Edan yang Menjadi Identitas Arema...

Macan Putih dalam lambang Pemerintah Kota Kediri diyakini sebagai penjelmaan Prabu Jayabaya yang hingga saat ini menjadi simbol kemasyuran Tanah Kediri.

Prabu Jayabaya adalah raja ketiga Kerajaan Kediri sekaligus menjadi raja paling berpengaruh dalam peradaban masyarakat Jawa.

Bahkan, sisa-sisa pengaruhnya masih terasa hingga saat ini. Salah satu yang paling terkenal adalah Ramalan Jayabaya, yang bagi sebagian orang diyakini akan menjadi gambaran perjalanan masa depan Ibu Pertiwi.

Pemberian julukan Macan Putih membawa dampak positif tersendiri bagi Persik Kediri. Selain membuat tim terlihat gagah dan perkasa, julukan ini juga dirasakan memiliki wibawa tersendiri di mata pendukung Persik Kediri.

Baca juga: Filosofi Julukan Maung Bandung bagi Persib dan Masyarakat Sunda

Entah ada hubungannya atau tidak, tetapi semenjak julukan Macan Putih digunakan, militansi pendukung Persik Kediri semakin bertambah.

Terbukti pada tahun yang sama pendukung Persik Kediri memutuskan melebur di bawah satu nama Persikmania.

Selain itu, julukan Macan Putih juga menjadi simbol kebangkitan Persik Kediri. Karena setelah dipatenkan pada tahun 2001, prestasi Persik Kediri terus menanjak.

Mereka berhasil menjadi juara Divisi 1 (sekarang Liga 2) pada 2002. Setahun kemudian, mereka berhasil menjadi juara Liga Indonesia 2003 (sekarang Liga 1).


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X