Untung Rugi Penyelenggaraan PON Papua di Mata Menpora

Kompas.com - 15/04/2020, 13:20 WIB
Menpora Zainudin Amali(baju kuning) memberi keterangab kepada media usai meninjau Stadion Papua Bangkit, Jayapura, Papua, Kamis (13/02/2020) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIMenpora Zainudin Amali(baju kuning) memberi keterangab kepada media usai meninjau Stadion Papua Bangkit, Jayapura, Papua, Kamis (13/02/2020)

KOMPAS.com - Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia merembet ke berbagai agenda, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali, belum bisa memutuskan kelanjutan PON 2020 Papua.

Sejauh ini, Menpora baru memaparkan untung rugi dari penyelanggaraan PON 2020 Papua sejak adanya wabah virus corona yang melanda Indonesia bahkan dunia.

Adapun jadwal PON edisi ke-20 itu sejatinya dihelat pada 20 Oktober 2020 sampai 2 November.

Zainudin Amali kemudian memberi dua opsi yakni tetap digelar pada Oktober tahun ini atau diundur pada Oktober 2021.

Baca juga: Nasib PON 2020 Papua Akan Ditentukan Pekan Depan

"Apabila ditunda, maka PON masuk ke 2021," jelas Zainudin Amali dikutip Antara News.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mudah-mudahan pandemi sudah selesaia dan kami ancang-ancang waktu sampat dengan Oktober 2021," jelasnya.

Kemudian, Menpora menjelaskan keuntungan jika pesta olahraga terbesar di Tanah Air itu tetap berjalan sesuai jadwal.

"Harapan masyarakat Papua untuk kepastian penyelanggaraan PON 2020 di Papua sangat strategis dalam meningkatkan integritas nasional," kata dia.

Namun, hal lain yang penting disoroti dengan adanya pesta olahraga tersebut adalah tidak bentrok dengan multievent nasional dan Internasional lainnya.

Baca juga: Persiapan Terhambat, Ada Opsi PON 2020 Ditunda

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X