Pameran Api Olimpiade Tokyo Ditutup, Tak Tentu Kapan Dibuka Kembali

Kompas.com - 09/04/2020, 20:50 WIB
Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/KYODOWarga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Pameran api Olimpiade Tokyo telah ditutup pasca-penetapan keadaan darurat pandemi virus corona, Selasa (7/4/2020).

Api Olimpiade Tokyo tiba di Jepang pada 26 Maret lalu setelah "melakukan perjalanan" dari Yunani.

Benda sakral tersebut kemudian dipajang di Fukushima dengan rencana semula sampai akhir April ini.

Namun, pameran api Olimpiade itu ditutup lebih cepat usai Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengeluarkan maklumat keadaan darurat pandemi virus corona.

Baca juga: Kualifikasi Olimpiade untuk Cabang Atletik Ditunda Hingga Akhir 2020

 

Salah satu yang diminta Abe ialah pembatasan agenda berkumpulnya orang-orang di satu tempat.

Belum diketahui kapan pameran tersebut akan dibuka kembali.

"Tokyo 2020 sekarang akan menjaga api di lokasi yang dirahasiakan untuk mencegah orang berkumpul," kata penyelenggara Tokyo dalam sebuah pernyataan resmi, dilansir BolaSport.com dari Associated Press.

Penyelenggara diharapkan menyimpan api Olimpiade hanya untuk jangka pendek.

Sebab, api tersebut nantinya akan digunakan oleh Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) sebagai simbol promosi sekaligus simbol melawan pandemi Covid-19.

"Idenya untuk menjaga api ini tetap menyala dan menunjukkannya kepada dunia," ucap mantan Direktur Pemasaran IOC, Michael Payne.

Baca juga: Kualifikasi Olimpiade untuk Cabang Atletik Ditunda Hingga Akhir 2020

Api Olimpiade diperkirakan akan muncul kembali di hadapan publik pada tahun depan sebagai bagian dari pawai estafet.

Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.AFP/ARIS MESSINIS Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

Namun, Payne mengaku melihat kembalinya api Olimpiade nanti akan memberi tujuan yang lebih luas.

"Api olimpiade akan memberikan inspirasi yang sangat kuat, cahaya terang saat dunia melewati masa-masa sulit ini," kata dia.

Baca juga: Terlibat Doping, Lifter Malaysia dan Thailand Dilarang Ikut Olimpiade Tokyo

Sebelum Olimpiade Beijing 2008, panitia penyelenggara bersama IOC menyelenggarakan pawai obor Olimpiade yang melewati setidaknya 20 negara di dunia.

Namun, saat itu, pawai obor Olimpiade tidak berjalan mulus karena mendapat protes keras akibat catatan kekerasan hak asasi manusia yang terjadi di Tibet dan beberapa tempat lainnya di China.

Kekacauan yang terjadi memaksa Presiden IOC saat itu, Jacques Rogge, menetapkan situasi krisis.

Dia bahkan membatalkan semua rencana pawai obor Olimpiade ke seluruh dunia.

Kini, pawai obor Olimpiade dunia atau estafet obor di Jepang akan bergantung pada situasi pandemi Covid-19. (Muhamad Husein)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X