Olimpiade Tokyo Ditunda, Ini Tantangan yang Kini Dihadapi PB PABBSI

Kompas.com - 04/04/2020, 23:20 WIB
Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih disela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATLifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih disela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penundaan Olimpiade Tokyo jadi tantangan tersendiri bagi Pengurus Besar Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia ( PB PABBSI)

Cabang olahraga angkat besi tidak luput terkena dampak pandemi virus corona.

Sejumlah ajang pertandingan sudah dihentikan, termasuk turnamen yang termasuk dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Djoko Pramono, mengatakan bahwa pihaknya menghadapi tantangan menjaga atlet dari rasa jenuh.

Apalagi, Olimpiade Tokyo sendiri sudah pasti mundur satu tahun dari jadwal semula menjadi digelar pada 23 Juli-8 Agustus 2021.

Dalam rapat virtual dengan NOC Indonesia dan Kemenpora, Jumat (3/4/2020), Djoko Pramono mengatakan mundurnya Olimpiade memunculkan tantangan tersendiri untuk PB PABBSI.

"Hal yang bisa merugikan adalah pelatih punya pekerjaan baru untuk membuat suasana latihan tidak membosankan. Ini situasi yang berat untuk memberi semangat 13 atlet pelatnas," kata Djoko dikutip dari BolaSport.com.

Baca juga: Rakernas PB PABBSI Hasilkan Sejumlah Agenda Penting

Di sisi lain, Djoko mengatakan penundaan Olimpiade membuka peluang lebih besar untuk mengirim lebih banyak atlet.

Saat ini Indonesia sudah meloloskan tiga atlet angkat besi ke Olimpiade.

Mereka adalah Eko Yuli Irawan, Windy Cantika, dan Nurul Akmal.

"Jika tidak ada event apapun hingga Olimpiade 2021, Indonesia hanya meloloskan tiga atlet angkat besi. Namun, kalau ada turnamen lagi usai Juli 2020, PABBSI berharap bisa merebut dua kuota tambahan untuk atlet putra," tuturnya.

Djoko mengatakan latihan di pelatnas angkat besi masih berjalan sejak 4 Januari.

"Kebetulan kami berada di asrama Marinir sehingga penjagaan lebih mudah. Ada pengawasan 24 jam sehingga atlet dan pelatih tidak boleh keluar, kecuali ada hal yang penting," ujarnya. (Lariza Oky Adisty)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X