Roger Federer Merasa Terpukul Usai Wimbledon 2020 Resmi Dibatalkan

Kompas.com - 02/04/2020, 15:20 WIB
Tennis - Shanghai Masters - Mens Singles - Quarterfinals - Qi Zhong Tennis Center, Shanghai, China - October 11, 2019. Roger Federer of Switzerland reacts during his match against Alexander Zverev of Germany.  REUTERS/Aly Song REUTERS/ALY SONGTennis - Shanghai Masters - Mens Singles - Quarterfinals - Qi Zhong Tennis Center, Shanghai, China - October 11, 2019. Roger Federer of Switzerland reacts during his match against Alexander Zverev of Germany. REUTERS/Aly Song

KOMPAS.com - Roger Federer tak bisa menutupi kekecewaan setelah mengetahui kabar bahwa turnamen Wimbledon 2020 resmi dibatalkan.

All England Lawn Tennis Club (AELTC) dan Komite Manajemen The Championships pada Rabu (1/4/2020) malam WIB secara resmi mengumumkan bahwa turnamen Wimbledon tahun ini dibatalkan.

Turnamen Wimbledon 2020 sedianya bakal digelar mulai 29 Juni 2020.

Namun, pandemi Covid-19 membuat turnamen tenis terkemuka itu dibatalkan dan akan dimainkan setahun dari jadwal semula.

Baca juga: Wimbledon Resmi Dibatalkan, Pertama Kalinya Sejak Perang Dunia Kedua

Turnamen Wimbledon ke-134 dijadwalkan bakal digelar pada akhir Juni 2021, tepatnya 28 Juni sampai dengan 11 Juli.

Dibatalkannya Wimbledon 2020 membuat Roger Federer benar-benar merasa terpukul.

Bahkan, dalam sebuah cuitannya, petenis asal Swiss itu menggambarkan dirinya seperti "hancur" setelah mengetahui Wimbledon tahun ini dibatalkan.

Federer memang layak kecewa dengan pembatalan Wimbledon tahun ini.

Sebab, tahun depan belum tentu Federer turun pada turnamen tersebut mengingat ia akan berusia 40 tahun pada 2021.

Baca juga: Petinggi Federasi Tenis Jerman Sebut Wimbledon 2020 Akan Dibatalkan

Sebelumnya, mantan petenis nomor satu Inggris, Annabel Croft, menyebutkan bahwa jika Wimbledon tahun ini dibatalkan maka itu akan menjadi kabar buruk bagi para petenis senior seperti Federer dan Serena Williams.

"Berapa kali lagi Roger Federer memiliki peluang yang realistis untuk memenangi Wimbledon? Jika Perancis Terbuka memang akan berlangsung akhir tahun ini, keuntungan akan ada pada (Rafael) Nadal," kata Croft seperti dikutip dari Metro.

"Anda juga bisa melihat bahwa kesempatan terbaik Serena untuk memenangi gelar Grand Slam adalah di lapangan rumput, yaitu Wimbledon," kata Croft menambahkan.

"Jadi, (pembatalan) itu akan sangat berpengaruh padanya. Saat ini dia sudah berusia 38 tahun dan berkeluarga," tegas Croft.

Baca juga: Jamie Murray Sebut Panitia Akan Kesulitan Atur Ulang Jadwal Wimbledon 2020

Hingga saat ini, Roger Federer masih memegang status sebagai Raja Wimbledon.

Petenis kelahiran Bottmingen itu tercatat telah delapan kali memenangi Wimbledon, terbanyak di nomor tunggal putra pada Open Era.

Pada turnamen edisi 2019, Federer sukses menembus partai final.

Namun, Federer takluk dari Novak Djokovic lewat sebuah pertarungan sengit selama lebih dari empat jam yang berakhir dengan skor 6-7 (5-7), 6-1, 6-7 (4-7), 6-4, 12-13 (3-7).

Djokovic pun keluar sebagai juara nomor tunggal putra Wimbledon 2019.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Metro
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X