Begini Nasib Api Olimpiade Tokyo 2020

Kompas.com - 01/04/2020, 21:48 WIB
Logo Olimpiade Tokyo 2020 ShutterstockLogo Olimpiade Tokyo 2020

TOKYO, KOMPAS.com - Tiba di Jepang menjelang perhelatan Olimpiade Tokyo 2020, bagaimana nasib api Olimpiade tersebut?

Baca juga: Otoritas Fukushima Pastikan Pawai Obor Olimpiade Aman dari Ancaman Radiasi

Pasalnya, lantaran pandemi virus corona, Komite Olimpiade Internasional (IOC), pemerintah Jepang, Komite Olimpiade Jepang (JOC), dan panitia penyelenggara sepakat menunda pesta olahraga akbar itu ke tahun berikutnya.

Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

Laman antaranews.com menulis, jadwal baru yang ditetapkan adalah pada 23 Juli 2021 sampai dengan 8 Agustus 2021 itu.

Kendaraan melintas di Futaba pada Rabu (4/3/2020). Futaba sempat ditutup selama 9 tahun setelah tiga reaktor nuklir Fukushima Daiichi jatuh dan mengeluarkan radiasi ke angkasa, akibat gempa bumi berkekuatan 9 magnitudo menghantam Jepang 11 Maret 2011.Koji Ito/The Yomiuri Shimbun Kendaraan melintas di Futaba pada Rabu (4/3/2020). Futaba sempat ditutup selama 9 tahun setelah tiga reaktor nuklir Fukushima Daiichi jatuh dan mengeluarkan radiasi ke angkasa, akibat gempa bumi berkekuatan 9 magnitudo menghantam Jepang 11 Maret 2011.

Terkini, panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 berkeputusan menempatkan api itu di Prefekturat Fukushima.

Lantas, api itu akan dipajang hingga 30 April 2020.

Baca juga: Usai Corona Mereda di China, Sanya Bakal Jadi Pusat Perhatian Dunia

Serah terima api berlangsung di Pusat Pelatihan Nasional J-Village di Fukushima.

Hanya ada upacara yang sepi pada penyerahan itu.

Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.AFP/ARIS MESSINIS Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

Faktanya, hanya Ketua Operasional Panitia Tokyo 2020 Yukihiko Nunomura yang melakukan perjalanan ke Fukushima.

Ia mewakili panitia penyelenggara.

Rencana awal, Fukushima adalah titik awal kirab obor.

Warga Jepang saat berlindung di pusat evakuasi di sebuah sekolah dasar di Koriyama, prefektur Fukushima, untuk berlindung dari Topan Hagibis.AFP / JIJI PRESS Warga Jepang saat berlindung di pusat evakuasi di sebuah sekolah dasar di Koriyama, prefektur Fukushima, untuk berlindung dari Topan Hagibis.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X