Penundaan PON 2020 Berkaitan dengan Payung Hukum Virus Corona

Kompas.com - 28/03/2020, 21:00 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
 ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAWakil Presiden Maruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.

KOMPAS.com - Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, menyebutkan bahwa penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 tak terlepas dari penanganan virus corona yang masih perlu menunggu payung hukum jelas.

Dijelaskan Ma’ruf Amin bahwa penundaan PON ke-20 perlu mempertimbangkan penyebaran pandemi virus corona yang berkembang di Papua.

"Kemungkinannya sangat besar untuk ditunda apabila memang virus corona ini masih mengancam, termasuk di Papua dan di Indonesia," ujar Ma'ruf Amin pada Kamis (26/3/2020).

Ma'ruf menegaskan, saat ini pemerintah masih meninjau ulang soal keberlangsungan PON.

Baca juga: Shin Tae-yong Disebut Bakal Panggil Jack Brown Masuk

Banyak penyelenggraan olahraga berskala besar terpakasa ditunda karena dampak virus tersebut.

Salah satu contoh ialah Olimpiade Tokyo 2020, yang seharusnya berlangsung pada 24 Juli-9 Agustus tahun ini, terpaksa ditunda sampai tahun 2021.

"Oleh karena itu, memang kalau nanti ditunda butuh payung hukum untuk alternatifnya," ucap Ma'ruf.

Sementara itu, pemerintah belum memiliki rencana membahas penundaan ajang PON ke-20.

Baca juga: Ada Nama Egy Maulana Vikri dalam Daftar Pewaris Lionel Messi

Berdasarkan arahan Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan, hingga saat ini persiapan ajang Olimpiade nasional masih berjalan.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, tidak ada penundaan," ujar Muhadjir, Jumat (20/3/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X