Puluhan Ribu Orang Padati Penyambutan Api Olimpiade 2020 di Jepang

Kompas.com - 22/03/2020, 19:30 WIB
Obor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo. AFP/BEHROUZ MEHRIObor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Puluhan ribu orang berbondong-bondong menuju kaldron dengan api Olimpiade 2020 di barat laut Jepang sepanjang akhir pekan ini kendati ada kekhawatiran mengenai pandemi virus corona.

Dilansir Antaranews.com dari AFP, Minggu (22/3/2020), api tersebut tiba di Jepang untuk dibawa mengikuti upacara penyambutan yang diperkecil skalanya pada Jumat (20/3/2020).

Keputusan itu dilakukan karena keraguan meningkat tentang apakah Olimpiade 2020 Tokyo akan berlangsung sesuai jadwal karena virus mematikan itu telah menyebabkan kekacauan di seluruh dunia.

Pandemi tersebut sudah mencabik cabik kalender olahraga global, dengan liga-liga olahraga top ditangguhkan dan turnamen besar ditunda.

Lebih dai 50.000 orang pada Sabtu mengantre untuk menyaksikan api ditampilkan di stasiun Sendai di Miyagi, yang terpilih sebagai bagian dari "Pemulihan Olimpiade" untuk memamerkan kebangkitan kawasan tersebut setelah gempa, tsunami, dan krisis nuklir 2011.

Baca juga: Kelanjutan Nasib Olimpiade 2020 Akan Segera Diumumkan

Sejumlah orang harus berada dalam antrean sepanjang 500 meter selama beberapa jam, kata media setempat.

Banyak di antara mereka yang mengenakan masker saat mengambil gambar bersama kaldron berbentuk bunga sakura itu.

"Saya mengantre selama tiga jam tapi menyaksikan api Olimpiade sangat membesarkan hati," kata seorang perempuan berusia 70 tahun kepada penyiaran publik NHK.

Baca juga: Terkait Atlet yang Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, PBSI Enggan Takabur

Namun, penyelenggara khawatir dengan berkumpulnya massa yang lebih besar dari yang diperkirakan telah mengingatkan acara menonton itu bisa ditangguhkan jika massa menjadi "sangat padat", lapor media setempat.

Pawai obor secara nasional akan dimulai pada 26 Maret, diawali dari kompleks olahraga J-Village di Fukushima yang dulunya digunakan sebagai basis bagi pekerja selama bencana nuklir pada 2011.

AFP melaporkan, penyelenggara terpaksa mengurangi pawai tersebut, menutup upacara harian bagi publik, dan mengimbau penonton untuk "menghindari membentuk kerumunan" sepanjang rute.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X