Kompas.com - 22/03/2020, 13:20 WIB
Cincin Olimpiade ditampilkan di depan lokasi pembangunan Stadion Nasional Baru, stadion utama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, selama kesempatan media di Tokyo, Jepang, 3 Jul 2019. channelnewsasia.com/Reuters/Issei KatoCincin Olimpiade ditampilkan di depan lokasi pembangunan Stadion Nasional Baru, stadion utama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, selama kesempatan media di Tokyo, Jepang, 3 Jul 2019.

KOMPAS.com - Seruan agar Olimpiade 2020 Tokyo ditunda semakin kencang setelah adanya desakan dari Federasi Atletik AS yang sangat berpengaruh.

Dikutip dari Antaranews.com, Federasi Atletik AS menjadi federasi olahraga berpengaruh terakhir yang meminta Olimpiade ditunda.

Ketua Federasi Atletik AS, Max Siegel mengirim surat permintaan agar Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS (USOPC) mendukung penundaan Olimpiade Tokyo 2020.

Siegel menulis bahwa kesehatan dan keselamatan semua orang harus menjadi prioritas dan menekankan bahwa kondisi belakang ini membuat atlet-atlet atletik AS tidak bisa mempersiapkan diri menuju olimpiade.

Tak hanya Federasi Atletik, Federasi Renang AS juga meminta USOPC mendukung olimpiade dimundurkan ke tahun 2021.

"Kami mendesak USOPC, sebagai pemimpin Gerakan Olimpiade, untuk menggunakan suaranya dan berbicara atas nama atlet," kata CEO USA Swimming, Tim Hinchey dalam sebuah surat yang dikutip dari AFP, Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Hendra Setiawan Harap Olimpiade Digelar Setelah Pandemi Berakhir

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah itu diikuti Federasi Renang Perancis yang menyebut Olimpiade 2020 Tokyo tak akan bisa diselenggarakan dengan baik dalam kondisi seperti sekarang.

Kemudian, Komite Olimpiade Norwegia (NOC) melakukan hal yang sama yang sebagian terdorong oleh larangan Pemerintah Norwegia terhadap semua aktivitas olahraga.

Adanya larangan itu dianggap memperberat kesiapan atlet negara ini dalam berkiprah di Olimpiade 2020 jika diadakan tengah tahun ini.

"Rekomendasi tegas kami adalah Olimpiade di Tokyo tidak boleh dilangsungkan sebelum situasi COVID-19 benar-benar terkendali pada skala global," kata NOC.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.