Virus Corona Ganggu Program Tim Panahan Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020

Kompas.com - 21/03/2020, 10:50 WIB
Atlet Panahan Indonesia Riau Ega Agata membidik sasaran saat bertanding melawan atlet Chinese Taipei, Wei Chun-Heng, Luo Zheng-Wei dan Deng Yu-Cheng daam perebutan final nomor Recurve Mens Team pada ajang 18th Asian Games Invitation Tournament di Lapangan Panahan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/2/2018). Tim recurve putra Panahan Indonesia kalah dari tim putra Panahan Chinese Taipei dengan skor 3-5. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGAtlet Panahan Indonesia Riau Ega Agata membidik sasaran saat bertanding melawan atlet Chinese Taipei, Wei Chun-Heng, Luo Zheng-Wei dan Deng Yu-Cheng daam perebutan final nomor Recurve Mens Team pada ajang 18th Asian Games Invitation Tournament di Lapangan Panahan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/2/2018). Tim recurve putra Panahan Indonesia kalah dari tim putra Panahan Chinese Taipei dengan skor 3-5.

KOMPAS.com - Pengurus Besar Perkumpulan Panahan Indonesia ( PB Perpani) menghadapi berbagai kemdala dalam mempersiapkan tim pelatnas panahan Indonesia menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PB Perpani, Illiza Sa'aduddin Djamal.

"Ada beberapa kendala memang. Namun, saya optimis bisa menyelesaikan kendala itu," ucap Illiza Sa'aduddin Djamal di Sekretariat PB Perpani Jakarta, Kamis (19/3/2020) lalu.

"Mudah-mudahan kami bisa memaksimalkan prestasi pemanah Indonesia sehingga bisa memenuhi target yang diinginkan."

Baca juga: Arsene Wenger Datang ke Markas Arsenal dengan Agenda Khusus

Ada dua kendala yang dihadapi PB Perpani, yakni ego pelatih yang selalu mewarnai setiap pelatnas dalam menghadapi multi-event, dan terganggunya program akibat virus corona atau Covid-19.

Untuk menghilangkan ego pelatih, PB Perpani akan melakukan seleksi nasional pelatih dan atlet pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 yang akan digelar di Lapangan Panahan Komplek Gelora Bung Karno Jakarta, pada 25-30 Maret 2020.

"Saya tidak ingin ada pelatnas di daerah lain. Seluruh atlet dan pelatih harus menjalani pelatnas sentralisasi di Jakarta," ujar Illiza.

"Itu keputusan dalam rapat pengurus PB Perpani yang harus ditaati dan saya yakin semua mendukungnya.

Meski sudah tersusun program pelatnas menuju Olimpiade Tokyo 2020, kata Illiza, tak semuanya bisa dijalankan karena virus corona yang melanda dunia.

"Dua program pelatnas Olimpiade terpaksa dibatalkan yakni event di Thailand dan Shanghai, China karena adanya Covid-19."

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X