Eko Yuli Ingin Masyarakat Indonesia Semakin Tertarik dengan Angkat Besi

Kompas.com - 08/03/2020, 07:15 WIB
Eko Yuli Irawan saat ditemui di Cross Fit 6221, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.com/FARAHDILLA PUSPA Eko Yuli Irawan saat ditemui di Cross Fit 6221, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Atlet angkat besi berprestasi Indonesia, Eko Yuli Irawan, berharap masyraakat Indonesia semakin menunjukkan minatnya kepada olahraga angkat besi.

Hal tersebut disampaikan Eko kepada awak media saat ditemui di Cross Fit 6221, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/3/2020) kemarin.

Angkat besi menjadi salah satu olahraga yang konsisten memberikan medali untuk Indonesia pada ajang Olimpiade, meskipun gaungnya tak sebesar sepak bola dan bulu tangkis.

Baca juga: Angkat Besi, Indonesia Berpeluang Tambah Lifter ke Olimpiade Tokyo 2020

Meski demikian, Eko mengaku tak peduli dengan popularitas itu dan tetap memprioritaskan angkat besi untuk memberikan prestasi bagi Indonesia.

"Saya enggak peduli angkat besi populer atau enggak yang penting masih bisa kasih medali untuk Indonesia," kata Eko.

"Akan tetapi, saya berharap dengan dukungan pemerintah dan Tim Visa, angkat besi bisa lebih dilihat oleh masyarakat Indonesia."

"Selain itu, saya juga berharap masyarakat Indonesia semakin punya minat terhadap olahraga angkat besi," ucap Eko Yuli melanjutkan.

Eko Yuli memang telah resmi bergabung dengan Tim Visa yang akan mendukungnya pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Eko Yuli Irawan sendiri menjadi salah satu atlet angkat besi Indonesia yang memiliki segudang prestasi.

Salah satu prestasinya yakni meraih medali emas dan menjadi juara dunia dalam ajang International Weightlifting Federation World Championship 2018 untuk kategori 61 kg di Ashgabat, Turkmenistan.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Ini Salah Satu Kebutuhan Eko Yuli Irawan

Lifter berusia 31 tahun itu juga meraih medali emas dalam turnamen SEA Games 2019 di Filipina.

Selain itu, Olimpiade Tokyo 2020 menjadi kali keempat bagi Eko tampil di pesta olahraga terbesar di dunia itu.

Pada tiga penyelenggaraan Olimpiade sebelumnya, Eko Yuli berhasil meraih medali perunggu (Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012) serta medali perak (Olimpiade Rio 2016).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X