Usai Wilder, Duel Tyson Fury Vs Anthony Joshua Dinilai Setara Saat Inggris Juara Piala Dunia 1966

Kompas.com - 24/02/2020, 14:00 WIB
Tyson Fury meraup keuntungan seusai berhasil mengalahkan Deontay Wilder pada pertarungan rematch perebutan sabuk juara kelas berat versi WBC di MGM Grand Garden Arena, Paradise, Nevada, Minggu (23/2/2020) pagi WIB. AFP/MARK RALSTONTyson Fury meraup keuntungan seusai berhasil mengalahkan Deontay Wilder pada pertarungan rematch perebutan sabuk juara kelas berat versi WBC di MGM Grand Garden Arena, Paradise, Nevada, Minggu (23/2/2020) pagi WIB.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Petinju asal Inggris, Tyson Fury, kini berpredikat juara kelas berat WBC.

Tyson Fury berhasil menjadi juara kelas berat WBC seusai mengalahkan petinju Amerika Serikat, Deontay Wilder, dalam tarung ulang.

Rematch Fury vs Wilder berlangsung di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Nevada, Minggu (23/2/2020) pagi WIB.

Tyson Fury mengalahkan Deontay Wilder dengan kemenangan TKO pada ronde ketujuh.

Usai mengalahkan Wilder, Fury kini dihadapkan pada tawaran untuk laga unifikasi gelar melawan rekan senegaranya, Anthony Joshua.

Joshua merupakan pemegang sabuk juara WBA, IBF, WBO, dan IBO.

Baca juga: Benarkah Tinju Mulai Kalah Populer dari MMA, Bayaran Sang Atlet Jadi Jawabannya

Promotor Fury, Frank Warren, menilai duel antara Fury vs Joshua akan jadi sejarah dalam dunia olahraga di Inggris sejak menjuarai Piala Dunia 1966.

"Itu akan menjadi acara olahraga terbesar yang akan berlangsung di Inggris sejak Inggris memenangi Piala Dunia. Anda tidak akan bisa mendapatkan tiketnya," kata Warren.

Namun, upaya untuk menggelar duel Fury vs Joshua tidak akan mudah.

Sebab, Wilder masih memungkinkan meminta tarung ulang melawan Fury.

Petarung asal Inggris, Anthony Joshua, merayakan kemenangan atas Andy Ruiz Jr di Diriyah, Arab Saudi, pada 7 Desember 2019.AFP/FAYEZ NURELDINE Petarung asal Inggris, Anthony Joshua, merayakan kemenangan atas Andy Ruiz Jr di Diriyah, Arab Saudi, pada 7 Desember 2019.

Sementara itu, Joshua juga harus meladeni tantangan petinju Bulgaria, Kubrat Pulev.

Menurut Warren, Joshua seharusnya lebih mementingkan tawaran untuk bertarung melawan Fury ketimbang Pulev.

"Dia seharusnya tidak mengambil risiko. Saya lebih suka dia tidak mengambil risiko. Saya lebih suka Wilder tidak mengambil pertandingan ulang dan mari kita mulai," ujar Warren.

Baca juga: Di Balik Penampilan Menawan Tyson Fury Kalahkan Deontay Wilder

Sementara itu, promotor Joshua, Eddie Hearn, menyatakan dia juga akan berupaya mewujudkan duel Fury vs Joshua.

"Ini telah menjadi pertarungan terbesar dalam sejarah olahraga di seluruh dunia," ucap Hearn.

"Waktu yang tepat untuk tinju Inggris. Punya satu juara kelas berat dunia saja sudah hebat, apalagi dua dengan semua sabuk. Kita tidak akan pernah melihatnya lagi," ujar Hearn.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X