Final Piala Gubernur Jatim 2020, Buktikan Bisa Damai di Laga Puncak!

Kompas.com - 19/02/2020, 21:35 WIB
Aksi suporter Persebaya Surabaya saat mendukung tim nya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUAksi suporter Persebaya Surabaya saat mendukung tim nya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur.

KOMPAS.com - Piala Gubernur Jawa Timur 2020 telah memasuki fase akhir. Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta akan bertemu di partai final, Kamis (20/2/2020).

Persija lolos ke partai puncak setelah mengalahkan Madura United 2-1, sementara  Persebaya lolos ke final berkat kemenangan 4-2 atas Arema FC.

Berbagai drama menyelimuti kedua laga semifinal itu, bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Dua laga semifinal itu seharusnya digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (17/2/2020), sore dan malam hari.

Namun, Asprov PSSI Jawa Timur selaku panitia pelaksana mengubah jadwal dan tempat kedua laga semifinal tersebut satu hari menjelang laga.

Baca juga: Final Piala Gubernur Jatim 2020 Resmi Digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo

Laga Persebaya vs Arema FC diputuskan dipindah ke Stadion Soeprijadi, Blitar, dan diundur menjadi Selasa (18/2/2020) sore WIB.

Adapun laga Persija vs Madura United tetap digelar di Stadion Kanjuruhan pada hari yang sama, tetapi harus dimulai malam hari.

Faktor keamanan disebut menjadi alasan Asprov PSSI Jatim memisahkan kedua laga ini di tempat dan waktu yang berbeda.

Tidak hanya mengubah jadwal dan tempat, Asprov PSSI Jatim juga memutuskan dua laga semifinal digelar tanpa penonton.

Meski sudah diantisipasi, kerusuhan tetap pecah pada laga Persebaya vs Arema FC.

Baca juga: Rusuh Suporter Jelang Persebaya Vs Arema, 7 Motor Dibakar Massa

Motor dibakar hingga penjarahan toko milik warga setempat terjadi di sekitar Stadion Soeprijadi.

Hal ini tidak lepas dari oknum suporter kedua tim yang memaksakan datang meskipun sudah dilarang oleh kepolisian dan Asprov PSSI Jatim.

Petugas keamanan berusaha mengamankan situasi pascakerusuhan yang diduga akibat ulah supporter saat laga semi final Piala Gubernur Jawa Timur antara Persebaya melawan Arema di Blitar, Jawa Timur, Selasa (18/2/2020). Akibat kerusuhan tersebut, sejumlah kendaraan rusak berat dan beberapa orang luka-luka.ANTARA FOTO/IRFAN ANSHORI Petugas keamanan berusaha mengamankan situasi pascakerusuhan yang diduga akibat ulah supporter saat laga semi final Piala Gubernur Jawa Timur antara Persebaya melawan Arema di Blitar, Jawa Timur, Selasa (18/2/2020). Akibat kerusuhan tersebut, sejumlah kendaraan rusak berat dan beberapa orang luka-luka.

Akibat kejadian itu Piala Gubernur Jatim 2020 mendapat kritik keras dari publik karena telah merugikan warga Kota Blitar.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bahkan secara terbuka sudah meminta maaf kepada yang merasa dirugikan terutama warga Kota Blitar.

Baca juga: Rusuh Suporter Persebaya Vs Arema, Khofifah Minta Maaf

Satu hari setelah laga semifinal Asprov PSSI Jatim memutuskan memindah lokasi final dari Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) ke Stadion Gelora Delta (Sidoarjo).

Dalam keterangannya, Asprov PSSI Jatim menyebut Stadion Gelora Bung Tomo tidak siap karena masih dalam tahap perbaikan atau renovasi.

Potensi ricuh cukup terbuka pada laga final karena Persebaya dan Persija memiliki basis suporter besar di Indonesia.

Tak mau kejadian di Blitar terulang, Polda Jawa Timur meminta pendukung Persebaya dan Persija saling menjaga diri.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan berharap situasi di Sidoarjo kondusif dari sebelum sampai setelah laga final.

Baca juga: Harapan Pihak Keamanan pada Final Piala Gubernur Jatim 2020

"Buat rekan-rekan saya Bonek dan Jakmania, bantu saya dengan ikhlas menciptakan suasana kondusif sampai berakhirnya gelaran final," kata Luki Hermawan.

"Bonek (pendukung Persebaya) diperbolehkan datang ke stadion, tetapi harus menjaga sikap dan turut menjaga keamanan Sidoarjo," ujar Luki menambahkan.

Di sisi lain, The Jak (pendukung Persija) diimbau Asprov PSSI Jatim untuk tidak datang ke Sidoarjo.

Hal ini tidak lepas dari kesepakatan tim Liga 1, yakni pendukung Persija tidak boleh datang ke kandang Persebaya.

Asprov PSSI Jatim meminta pendukung Persija untuk mengadakan nonton bareng di wilayahnya masing-masing.

Baca juga: Persebaya Vs Persija, Kata Macan Kemayoran Soal Perpindahan Lokasi Final

Ricuh dan bentrok antarsuporter seharusnya bisa dihindari terlebih Piala Gubernur Jatim 2020 hanyalah turnamen pramusim.

Bukan tidak mungkin karena kericuhan dan bentrok suporter kompetisi liga yang seharusnya diutamakan menjadi ditunda atau mundur.

Jika demikian, yang paling dirugikan adalah tim dan suporter itu sendiri karena roda kompetisi tidak berjalan.

Untuk itu, mari sama-sama kita jaga dan buktikan Piala Gubernur Jatim 2020 bisa berakhir dengan damai.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X