Rekor Pertemuan Indonesia Vs India di Kejuaraan Beregu Asia

Kompas.com - 15/02/2020, 14:59 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie melawan wakil Denmark, Anders Antonsen saat pertandingan babak perempat final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Jonatan Christie harus mengakui keunggulan wakil Denmark, Anders Antonsen, setelah takluk melalui rubber game 14-21, 21-10, 12-21. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie melawan wakil Denmark, Anders Antonsen saat pertandingan babak perempat final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Jonatan Christie harus mengakui keunggulan wakil Denmark, Anders Antonsen, setelah takluk melalui rubber game 14-21, 21-10, 12-21.

KOMPAS.com - Tim putra Indonesia akan menghadapi India pada semifinal Kejuaraan Beregu Asia 2020, Sabtu (15/2/2020) pukul 15.00 WIB.

Indonesia lolos ke semifinal setelah menang 3-0 atas tuan rumah Filipina pada laga perempat final yang berlangsung Jumat (14/2/2020) malam kemarin.

Adapun tim India lolos setelah menang dramatis 3-2 atas Thailand.

Indonesia punya rekor positif atas India sejak 2010.

Tim putra Indonesia selalu meraih kemenangan dalam lima pertemuan kontra India.

Baca juga: Gagal ke Semifinal Kejuaraan Beregu Asia, Tempat TIm Putri Indonesia di Piala Thomas dan Uber Terancam

"Pertama-tama, kami bersyukur bisa menang tiga kosong dari Filipina. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Ahsan/Hendra untuk menjajal lapangan," kata Chef de Mission Tim Indonesia Achamad Budiharto.

Laga kontra Filipina pada pertandingan kemarin memang menjadi yang pertama bagi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Sebab, pada laga pertama melawan Korea Selatan, PBSI menurunkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto untuk memperkuat partai ganda putra.

Dilansir BolaSport dari Badminton Indonesia, Indonesia harus menurunkan tunggal terbaik melawan India.

"Siapa pun yang akan kami hadapi di semifinal, mereka adalah lawan yang harus dihadapi dengan serius. Indonesia tidak punya pilihan, harus menurunkan pemain tunggal terbaik," kata Achmad Budiharto.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X