Deontay Wilder: Tyson Fury Akan Berdarah-darah Saat Menghadapi Saya

Kompas.com - 12/02/2020, 22:20 WIB
Duel Deontay Wilder vs Luis Ortiz untuk perebutan sabuk juara kelas berat WBC di Las Vegas, Nevada, Minggu (24/11/2019). MOLATVDuel Deontay Wilder vs Luis Ortiz untuk perebutan sabuk juara kelas berat WBC di Las Vegas, Nevada, Minggu (24/11/2019).

KOMPAS.com - Petinju asal Amerika Serikat, Deontay Wilder, mengatakan bahwa Tyson Fury bakal berdarah-darah saat menghadapinya untuk laga rematch perebutan Sabuk Juara WBC.

Deontay Wilder (40-0-1) berencana untuk membuka kembali luka-luka yang Fury terima pada duel  kontra Otto Wallin sebelum ini.

Deontay Wilder akan menghadapi Tyson Fury (29-0-1) untuk perebutan Sabuk Juara WBC, Lineal, dan The Ring di Las Vegas, Nevada, pada 22 Februari 2020.

Petinju berjuluk The Bronze Bomber itu mengatakan bahwa kemenangan berdarah-darah Fury atas Wallin seharusnya dihentikan karena Fury mengalami luka dalam dan lebar.

Baca juga: Wladimir Klitschko Pernah Membuat Deontay Wilder Terkapar di Kanvas

"Namun, saya mengerti karena ia akan menghadapi pertarungan besar melawan saya. Ia hanya diselamatkan karena partai nanti," tutur Wilder seperti dikutip dari Sky Sports.

"Saya akan menjelajahi apa yang Wallin lakukan. Saya tak sabar untuk membuka kembali luka di matanya."

"Begitu luka tersebut terbuka dan darah ada di mukanya, saya mungkin akan kecipratan juga. Namun, tak apa. Saya akan menikmati hal tersebut. Kita lihat saja apakah mereka akan meneruskan laga karena saya adalah petinju berbahaya," tutur petinju berusia 34 tahun ini lagi.

Tyson Fury mengganti pelatih Ben Davison dengan Sugarhill Steward setelah laga pertama kontra Wilder berakhir imbang pada 1 Desember 2018.

Baca juga: Preview Lengkap Inter Milan Vs Napoli, Melaju ke Final Nerazzurri!

Kendati demikian, keputusan para juri tersebut banyak mendapat cemoohan dari penonton yang hadir di Staples Center, Los Angeles, pada hari itu karena Fury dianggap melakukan lebih dari cukup untuk mengalahkan WIlder.

Wilder melihat keputusan Fury tersebut sebagai pengakuan kalau sebenarnya laga tersebut berakhir dengan keunggulan bagi dirinya.

"Seharusnya yang mengganti pelatih itu saya karena ia mengatakan telah mengalahkan saya dengan margin besar," ujar petinju dengan gaya bertarung orthodox ini.

Sang petarung mengatakan bahwa Fury gugup dan tak percaya dengan anggapan bahwa dirinya berjaya pada duel tersebut. Oleh karena itu, Fury mengganti banyak hal.

Baca juga: Bos Repsol Honda: Alex Marquez Melebihi Perkiraan Kami

"Saya meninggalkan jejak di diri dia. Kepala seseorang tidak dibuat untuk menahan pukulan sekuat milik Deontay Wilder," ujar Wilder lagi.

"Saya pikir ia sangat-sangat gugup. Anda tak akan lupa momen ketika terjatuh di ring. Ia pasti tak bisa tidur memikirkan bahwa dirinya harus menghadapi hal sama sekali lagi," tutur Wilder.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X