Demi Piala Dunia U-20, PSSI Dan Pemkot Surabaya Saling Bersinergi

Kompas.com - 11/02/2020, 10:00 WIB
Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kanan), Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh (tengah) dan Mochammad Iriawan (kiri) saat meninjau persiapan venue Piala Dunia U-20 2021 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/02/2020) siang. Humas Pemerintah Kota Surabaya Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kanan), Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh (tengah) dan Mochammad Iriawan (kiri) saat meninjau persiapan venue Piala Dunia U-20 2021 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/02/2020) siang.

SURABAYA, KOMPAS.com - Saat kunjungan meninjau venue Piala Dunia U-20 2021 di Surabaya Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengapresiasi kinerja Wali Kota Surabaya Tri Risma Maharini yang menunjukkan komitmen serius dan mau bersinergi dengan PSSI guna menjadi calon tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Hal itu disampaikan oleh pria yang akrab disapa Iwan Bule saat berkunjung ke rumah dinas Walikota Surabaya yang dilanjutkan bersama-sama meninjau Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Iwan menyatakan bahwa peran pemerintah daerah begitu penting dalam mendukung ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah.

Terutama kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung fasilitas pendukung Piala Dunia U-20 2021 nanti salah satunya Kota Surabaya.

“Menjadi tuan rumah Piala Dunia adalah event membanggakan bangsa kita yang belum tentu terulang lagi puluhan tahun ke depan. Kami sangat menghargai pemerintah daerah yang bersungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu ‘host cities’ Piala Dunia U-20 2021,” kata.

Baca juga: Jadwal Persib Bandung, Uji Coba Lawan Barito Putera Sore Ini

Sementara itu Wali Kota Surabaya, Risma memaparkan bentuk dukungan konkret pemerintah kota Surabaya dalam mendukung Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Wali Kota yang memimpin Surabaya selama dua periode tersebut menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya telah melakukan penambahan akses jalan menuju Gelora Bung Tomo.

Kemudian bentuk persiapan yang dilakukan adalah penggantian rumput, lampu penerangan, serta perbaikan lift.

“Sejak akhir tahun lalu, kami juga membangun tiga lapangan latihan di sisi utara Gelora Bung Tomo. Nantinya, usai Piala Dunia, lapangan ini bisa dipakai latihan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Surabaya,” kata Risma.

Dia menyampaikan, Surabaya memiliki 89 SSB yang tersebar di berbagai pelosok kota. Sedangkan untuk penggantian rumput berjenis ‘zoysia japonica’ diperlukan anggaran Rp 4 miliar per lapangan.

Risma sendiri berharap adanya gelaran Piala Dunia U-20 di Surabaya dapat melahirkan bibit-bibit baru pemain muda asal Surabaya.

“Impian saya, akan lahir bakat-bakat muda, Supriadi-Supriadi baru. Bermula menjadi anak gawang yang ikut Piala Dunia dengan menggandeng pemain-pemain negara peserta, dari situ mimpi mereka terbangun,” pungkasnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X