Menyoal Masalah yang Muncul jika Formula E Jakarta Tetap di Monas

Kompas.com - 11/02/2020, 06:20 WIB
Acara pengumuman resmi Jakarta sebagai salah satu tuan rumah seri balap Formula E pada 2020, di kawasan Monas, Jumat (20/9/2019). Kompas.com/Alsadad RudiAcara pengumuman resmi Jakarta sebagai salah satu tuan rumah seri balap Formula E pada 2020, di kawasan Monas, Jumat (20/9/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah melalui polemik, pemerintah pusat melalui Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka akhirnya menyetujui penggunaan kawasan Monas untuk arena balap Formula E.

Surat tertanggal 7 Februari itu ditandatangani langsung oleh Menteri Sekretariat Negara Pratikono selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

Surat tersebut ditujukan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Setelah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI tentu lebih leluasa mempersiapkan arena balap untuk seri Jakarta yang dijadwalkan dihelat 6 Juni mendatang.

Baca juga: Sirkuit Formula E Jakarta Akhirnya Tetap di Monas

Pemprov DKI menyiapkan lintasan sepanjang 2,6 kilometer di kawasan Medan Merdeka, mencakup Monas.

Rute yang dipakai melintasi Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Silang Merdeka Tenggara, masuk ke dalam kawasan Monas, memutari Jalan Titian Indah di dalam Monas, menuju Jalan Silang Merdeka Barat Daya, dan berakhir kembali di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Dengan demikian, sebagian arena balap berada di dalam kawasan Monas.

Sebagai informasi, sebagian lapangan di dalam kawasan Monas merupakan area konblok. Padahal, arena balap mobil jalanan seperti Formula E biasa menggunakan aspal.

Baca juga: Lokasi Alternatif Balap Formula E Jakarta jika Tak Jadi di Monas

Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna, mengkhawatirkan lapangan konblok Monas nantinya akan diubah menjadi aspal. Jika itu dilakukan, ia khawatir fungsinya untuk resapan air akan hilang.

"Dikhawatirkan ada paving blok di sekitar halaman Monas yang nantinya akan diaspal. Kalau sampai itu terjadi tentu tidak boleh karena resapan air," kata Yayat saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/2/2020).

Mobil-mobil listrik yang tiba di Monas dari jenis BMW i8 roadster, e-blue bird BYD E6, gesits, selis, dan mobil listrik dari ITS, Jumat (20/9/2019)KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI Mobil-mobil listrik yang tiba di Monas dari jenis BMW i8 roadster, e-blue bird BYD E6, gesits, selis, dan mobil listrik dari ITS, Jumat (20/9/2019)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X