Dampak Virus Corona, BAM Ingin Badminton Asia Championship 2020 Pindah ke Indonesia

Kompas.com - 03/02/2020, 22:40 WIB
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil melaju ke babak semifinal Kejuaraan Asia 2019, Jumat (26/4/2019) BADMINTON INDONESIAMarcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil melaju ke babak semifinal Kejuaraan Asia 2019, Jumat (26/4/2019)

KOMPAS.com - Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) menginginkan turnamen Kejuaraan Asia 2020 atau Badminton Asia Championship 2020 dipindahkan ke Indonesia atau Vietnam.

Meski demikian, Presiden Bulu Tangkis Asia Anton Subowo mengaku akan memutuskannya pada akhir Februari nanti.

Kejuaraan Asia 2020 yang digelar di Wuhan, China, 21-26 April mendatang menjadi salah satu ajang kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Dampak Wabah Virus Corona, Badminton Asia Championship 2020 Ditinjau Ulang

Akan tetapi, muncul kekhawatiran untuk melaksanakan turnamen tersebut di Wuhan setelah menyebarnya wabah virus corona.

Sebelumnya, BWF telah mengatakan Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC) sedang melakukan monitoring dan meninjau ulang perhelatan Badminton Asia Championship 2020 di Wuhan.

Selain itu, Badminton Asia juga memiliki alternatif untuk memindahkan venue Badminton Asia Championship 2020.

Anton Subowo mengatakan, Manila bisa saja menggantikan Wuhan sebagai tuan rumah Badminton Asia Championship.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Virus Corona Jadi Kendala

Sebagai informasi, Manila merupakan tuan rumah ajang Badminton Asia Team Championship yang akan dilangsungkan pada 11-16 Februari 2020.

Sementara itu, Vietnam dikabarkan juga tertarik menjadi tuan rumah Badminton Asia Championship 2020 ini.

Kendati demikian, pihak Badminton Asia mengatakan akan memutuskan rencana pemindahan tuan rumah pada akhir Februari nanti.

Baca juga: Hasil Undian Indonesia di Badminton Asia Team Championship 2020

Sekretaris BAM Kenny Goh mengatakan, Malaysia tidak mengajukan diri menjadi tuan rumah Badminton Asia Championship 2020 lantaran fokus pada persiapan Malaysia Open 2020 yang berlangsung pada 30 Maret-5 April.

"Kami akan berfokus pada Malaysia Open, tetapi saya sedang meminta kepada penyelenggara untuk memindahkan venue di luar China," kata Goh seperti dilansir dari The Star.

"Bahkan, jika virus itu masih ada April nanti, apakah para pemain dan technical officials akan pergi ke sana? Di sana adalah tempat pertama kali virus itu ada," ucapnya.

"Sebelumnya, saya di Badminton Asia, jadi saya mengetahui bahwa Asosiasi Bulu Tangkis China dan penyelenggara melakukan kerja yang baik," kata Goh.

Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X