Man United Bisa Finis 8 Poin di Bawah Perolehan Musim Moyes/Giggs

Kompas.com - 22/01/2020, 19:00 WIB
Ole Gunnar Solskjaer, Manajer Manchester United terlihat saat ia berjalan di babak pertama selama pertandingan Liga Premier antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford Ole Gunnar Solskjaer, Manajer Manchester United terlihat saat ia berjalan di babak pertama selama pertandingan Liga Premier antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford

KOMPAS.com - Manchester United bisa menyelesaikan Liga Inggris musim ini dengan perolehan poin lebih buruk ketimbang saat Setan Merah dilatih David Moyes/Ryan Giggs pada 2013-2014.

Dikutip dari Optus Sports, Manchester United kini berada di jalur tepat untuk meraih 56 poin dari 38 laga Liga Inggris pada akhir musim.

Jumlah ini defisit delapan poin dari ketika David Moyes/Ryan Giggs menukangi Manchester United pada 2013-2014, musim yang banyak dipandang sebagai terburuk setelah era Sir Alex Ferguson.

Ketika itu, Manchester United finish dengan 64 poin dan terdampar di peringkat ketujuh pada musim pertama Setan Merah setelah dua dekade lebih di bawah bimbingan Sir Alex Ferguson.

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Ada Man United Vs Burnley

Sekarang ini, Manchester United memang baru mengoleksi 34 poin dari 23 pertandingan, hasil dari 9 kemenangan, 7 seri, dan 7 kekalahan.

Artinya, Marcus Rashford cs secara rata-rata mengoleksi 1,48 poin per laga.

Jika tidak berkembang pesat, rataan tersebut akan berarti pasukan Ole Gunnar Solskjaer hanya bakal menambah 22 poin dari 15 laga tersisa, dimulai dari partai kontra Burnley pada Kamis (23/1/2020) dini hari WIB.

Perolehan tersebut akan menjadi yang terendah bagi Manchester United semenjak mereka finish di peringkat ke-13 dengan 48 poin di bawah asuhan Alex Ferguson pada musim 1989-1990.

Baca juga: Liverpool vs Man United, Statistik yang Membuat Rashford Dirindukan Jika Absen

Ferguson hanya selamat dari pemecatan karena gol tunggal Mark Robins pada laga replay final Piala FA memberikan manajer asal Skotlandia tersebut gelar pertamanya di Inggris setelah pertandingan final pertama berakhir 3-3.

Setidaknya, Man United menunjukkan peningkatan performa dengan mencatatkan rataan 1,63 poin per pertandingan dalam 10 pertandingan terakhir, suatu lompatan signifikan berkat tiga kemenangan dari lima pertandingan terakhir.

Mencetak gol kembali menjadi masalah Man United kini. Dengan catatan 36 gol dari 23 pertandingan, Man United merupakan pencetak gol paling sedikit dari lima besar klasemen Liga Inggris 2019-2020.

Menariknya, musim 1989-1990 adalah kali terakhir Liverpool menjadi juara liga. Sekarang ini Liverpool tengah piawai di puncak klasemen dengan unggul 13 poin dari Manchester City di peringkat kedua dengan menyimpan dua pertandingan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X