Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Sunan Gunung Jati dalam Menyebarkan Agama Islam di Jawa

Kompas.com - 02/04/2024, 13:52 WIB
Retia Kartika Dewi

Penulis

KOMPAS.com - Salah satu tokoh wali songo (sembilan wali) yang perlu kita ketahui kisahnya adalah Sunan Gunung Jati.

Sunan Gunung Jati adalah tokoh wali songo yang menurunkan sultan-sultan Banten dan Cirebon.

Dilansir dari buku Atlas Wali Songo (2020) oleh Agus Sunyoto, stategi dakwah yang dijalankan Sunan Gunung Jati adalah memperkuat kedudukan politis sekaligus memperluas hubungan dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Cirebon, Banten, dan Demak melalui pernikahan.

Selain itu, Sunan Gunung Jati dikenal memiliki kekuatan untuk menghimpun orang-orang yang dikenal sebagai tokoh yang mempunyai kesaktian dan kedigdayaan.

Nama asli Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayat.

Baca juga: Kisah Sunan Kalijaga dalam Menyebarkan Islam di Jawa

Cara dakwah Sunan Gunung Jati

Usaha dakwah yang dilakukan Sunan Gunung Jati sesuai tugasnya sebagai guru agama Islam, yang kemudian anggota wali mula-mula dilakukan di Gunung Sembung dengan memakai nama Sayyid Kamil.

Atas bantuan Haji Abdullah Iman alias Pangeran Cakrabuwana, Kuwu Caruban, Sunan Gunung Jati membuka pondok dan mengajarkan agama Islam kepada penduduk sekitar dari namanya disebut Maulana Jati atau Syaikh Jati.

Salah satu strategi dakwah yang dilakukan Sunan Gunung Jati dalam memperkuat kedudukan, sekaligus memperluas hubungan dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Cirebon adalah melalui pernikahan sebagaimana hal itu telah dicontohkan Nabi Muhammad dan para sahabat.

Dalam Babada Tanah Sunda, Sunan Gunung Jati menikahi tidak kurang dari 6 perempuan sebagai istri.

Baca juga: Kisah Sunan Giri dalam Menyebarkan Agama Islam di Jawa

Dikisahkan Sunan Gunung Jati menikah pertama kali dengan Nyai Babadan putri Ki Gedeng Babadan, yang membuat pengaruhnya meluas dari Gunung Sembung hingga wilayah Babadan. Namun, sebelum dikaruniai anak, Nyai Babadan dikisahkan meninggal dunia.

Tak hanya itu, Sunan Gunung Jati dikisahkan menikahi pula seorang perempuan China bernama Ong Tien, yang menurut legenda adalah putri Kaisar China dari Dinasti Ming bernama Hong Gie.

Karena putri kaisar, maka Ong Tien digelari Nyi Mas Rara Sumanding atau Putri Petis, karena dia suka petis.

Hasil pernikahan dengan putri Ong Tien, Sunan Gunung Jati dikaruniai seorang putra, tetapi meninggal sewaktu bayi. Tak lama setelah kematian bayinya, putri Ong Tien meninggal dunia.

Istri Sunan Gunung Jati lainnya adalah Nyai Tepasari, dan Nyi Mas Rarakerta.

Baca juga: Kisah Sunan Kudus dalam Menyebarkan Agama Islam di Jawa

Ajaran Islam meluas

Kisah dakwah Islam yang dilakukan Sunan Gunung Jati, selain ditandai kisah pernikahan, pencarian ilmu, dan peperang-perangan, juga ditandai dengan penggalangan kekuatan para tokoh yang dikenal memiliki kesaktian dan kekuatan politik serta kekuatan bersenjata.

Keberhasilan Sunan Gunung Jati menegakkan kekuasaan Islam di Cirebon dan Banten, memberikan tidak saja keleluasaan dakwah Islam di bumi Sunda, melainkan telah menjadikan keraton sebagai pusat kesenian dan budaya yang bernuansa agama.

Hal itu menjadikan gerakan dakwah Islam dengan cepat meluas hingga ke seluruh pelosok wilayah Pasundan.

Demikianlah, melalui keraton Cirebon dan Banten, berbagai gerakan dakwah melalui pengembangan seni dan budaya secara persuasif dan sistematis, di mana unsur-unsur Hindu-Buddhisme lama tidak dihilangkan, melainkan dipadukan dengan harmonis dengan ajaran Islam, yang menjadikan Islam dianut oleh hampir seluruh penduduk bumi Pasundan.

Itulah penjelasan mengenai kisah Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan agama Islam di Jawa.

Baca juga: Kisah Sunan Bonang dalam Menyebarkan Agama Islam di Jawa

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com