Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Teori Manajemen Ilmiah

Kompas.com - 22/10/2023, 08:00 WIB
Rahma Atillah,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pekembangan teori manajemen tidak bisa dilepaskan dari jejak-jejak sejarah peradaban manusia, sebab pada hakikatnya manajemen adalah alat atau metode untuk mencapai tujuan.

Teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen membantu manajer untuk mempermudah memutuskan apa yang harus dilakukan agar dapat menjalankan fungsinya secara efektif dan efisien.

Manajemen sebagai suatu ilmu, telah berkembang sedemikian rupa sejak ditemukannya teori manajemen ilmiah.

Baca juga: Pengertian Teori Manajemen, Jenis, dan Implementasi

Konsep dasar teori manajemen ilmiah

Berawal dari teori manajemen klasik yang dikemukakan oleh Robert Owen dan Charles Babbage, kemudian berkembang dan memunculkan teori lain tentang manajemen, yang disebut dengan teori manajemen ilmiah.

Teori manajemen ilmiah adalah penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah manajemen, serta seperangkat mekanisme atau teknik-teknik untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Lantas, siapakah yang dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah?

Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama kali dicetuskan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911.

Karena karyanya tersebut, Frederick W. Taylor akhirnya dikenal sebagai Bapak Manajemen Ilmiah.

Baca juga: Bidang-bidang dalam Manajemen

Dalam bukunya tersebut, Taylor mendeskripsikan bahwa manajemen ilmiah adalah penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Manajemen ilmiah muncul karena Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefisienan pekerja di perusahaannya.

Akhirnya, Taylor berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah teknik paling baik dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan, sehingga tercetuslah teori manajemen ilmiah.

Baca juga: 5 Fungsi Manajemen Menurut S. P. Siagian

Prinsip teori manajemen ilmiah

Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi inti dari manajemen ilmiah yang dikenal dengan gerakan efisiensi kerja.

Gerakan ini mencoba untuk menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apapun dan untuk menyeleksi, melatih dan memotivasi pekerja.

Adapun empat prinsip manajemen ilmiah dalam meningkatkan efisiensi kerja antara lain:

  1. Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan di setiap unsur-unsur kegiatan.
  2. Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
  3. Setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
  4. Harus menjalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.

Baca juga: 3 Tipe Kegiatan Manajemen dan Penjelasannya

Keterbatasan manajemen ilmiah

Manajemen Ilmiah tidak hanya mengembangkan pendekatan rasional untuk pemecahan masalah organisasi tetapi juga meletakkan dasar profesionalisasi manajemen.

Adapun beberapa keterbatasan manajemen ilmiah di antaranya:

  1. Karena kenaikan produktivitas sering tidak diikuti oleh kenaikan pendapatan
  2. Pendekatan “rasional” hanya memuaskan kebutuhan ekonomis dan fisik namun tidak kebutuhan sosial karyawan.
  3. Mengabaikan keinginan manusia dalam hal kepuasan kerja.

Baca juga: Elemen Dasar Pengendalian Manajemen

 

Referensi:

  • Hanafi, Mamduh. 2015. Konsep Dasar dan Perkembangan Teori Manajemen. Jakarta: Universitas Terbuka.
  • Priyono. 2007. Pengantar Manajemen. Surabaya: Zifatama Publishing.
  • Wahjono, S.I. 2022. Perkembangan Teori Manajemen. Surabaya: UM Surabaya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com