Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Fondasi Berpikir Komputasional

Kompas.com - 09/03/2023, 06:15 WIB
Anggita Sukmawati,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Berpikir omputasional didefinisikan sebagai penyelesaian masalah atau problem solving guna menentukan solusi yang dipandang efisien, efektif, dan optimal baik dijalankan oleh manusia maupun mesin.

Dilansir dari Columbia University, istilah berpikir komputasional dimaksudkan oleh Jeannete M. Wing, salah satu profesor ilmu komputer, menggambarkan berpikir komputasional sebagai salah satu kemampuan dasar yang harus dikenlkan pada siswa layaknya kemampuan mendasar lainnya seperti membaca menulis dan aritmatika.

Berpikir komputasional erat kaitannya dengan kemampuan abstraksi dan penyederhanaan suatu masalah dalam rangka memberikan solusi ataupun mengembangkan desain suatu sistem yang kompleks.

Jeannette M. Wing memberikan definisi berpikir komputasional sebagai proses berpikir dalam memformulasikan serta menyatakan solusi dari permasalahan di mana sebuah komputer dapat menyelesaikan permasalahan secara efektif.

Baca juga: Kesesatan Berpikir: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Menghindarinya

Berpikir komputasional memiliki empat fondasi yang sudah dikenal dalam bidang informatika, yaitu abstraksi, algoritma, dekomposisi, dan pengenalan pola.

Berikut penjelasan empat fondasi berpikir komputasional, yaitu:

  • Abstraksi

Pada bagian ini yakni mencari inti sari bagian penting dari suatu permaslahan dan mengabaikan bagian-bagian lain yang dianggap tidak perlu untuk selanjutnya fokus pada pencarian solusi.

  • Algoritma

Adalah menyusun Langkah berurutan secara tertulis dalam rangka menentukan tahap otomatis untuk mencapai suatu solusi.

Jika langkah berurutan ini dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman, maka langkah otomatis ini akan memerintahkan komputer untuk menyelesaikan persoalan.

  • Dekomposisi

Dekomposisi merupakan formulasi persoalan sehingga dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien serta optimal dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu.

  • Pengenalan pola

Pola yang dimaksudkan untuk memberikan latihan pada siswa untuk mengenali pola suatu persoalan, mengeneralisir tahapan penyelesaian masalah untuk dapat diterapkan pada persoalan sejenis. 

Baca juga: Berpikir Kritis: Pengertian Ahli, Karakteristik, dan Manfaatnya 

 

Referensi

Effendi, Muhammad Afif. 2023. Computational Thinking Dalam Pembelajaran Informatika. Malang. CV Literasi Nusantara Abadi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

14 Unsur Tatahan dalam Wayang Kulit

14 Unsur Tatahan dalam Wayang Kulit

Skola
Pengertian 'Lakon' dan Jenisnya dalam Pementasan Wayang Purwa

Pengertian "Lakon" dan Jenisnya dalam Pementasan Wayang Purwa

Skola
Pengertian 'Sanggit' dalam Dunia Pewayangan

Pengertian "Sanggit" dalam Dunia Pewayangan

Skola
Kisah Perang Bharatayuddha dalam Pewayangan Jawa

Kisah Perang Bharatayuddha dalam Pewayangan Jawa

Skola
Mengenal Tokoh Wayang Togog

Mengenal Tokoh Wayang Togog

Skola
Karakter Tokoh Dewi Sinta dalam Versi Ramayana

Karakter Tokoh Dewi Sinta dalam Versi Ramayana

Skola
Penokohan dalam Cerita Wayang Ramayana beserta Karakternya

Penokohan dalam Cerita Wayang Ramayana beserta Karakternya

Skola
Mengenal Pewayangan Mahabharata

Mengenal Pewayangan Mahabharata

Skola
Apa Itu Komunikasi Bencana?

Apa Itu Komunikasi Bencana?

Skola
Pengertian Pasar Global dan Ciri-cirinya

Pengertian Pasar Global dan Ciri-cirinya

Skola
Instrumen Perlindungan Hak Asasi PBB

Instrumen Perlindungan Hak Asasi PBB

Skola
Ciri-ciri Teks Argumentasi, Apa Saja?

Ciri-ciri Teks Argumentasi, Apa Saja?

Skola
Mengenal Cerita Fiksi dan Nonfiksi

Mengenal Cerita Fiksi dan Nonfiksi

Skola
Kalimat Majemuk Setara: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Kalimat Majemuk Setara: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Skola
Bedanya Konjungsi Koordinatif dan Subordinatif

Bedanya Konjungsi Koordinatif dan Subordinatif

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com