Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Indikator Toleransi dalam Menjaga Keberagaman

Kompas.com - 29/11/2022, 21:00 WIB
Serafica Gischa

Editor

Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi 

 

KOMPAS.com - Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk terdapat banyak kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, adat, daerah, agama, dan sebagainya.

Dengan kondisi yang banyak perbedaan tersebut dapat mudah terjadi konflik. Banyak solusi yang dapat ditempuh untuk memperkuat ketahanan masyarakat salah satunya dengan cara pendekatan toleransi.

Dengan adanya pendekatan toleransi akan dapat meningkatkan dan memperkuat ketahanan sosial di masyarakat.

Ada empat indikator toleransi yang dapat menjaga keberagaman di Indonesia, di antaranya:

Baca juga: Pengertian Toleransi beserta Contohnya

Kemampuan masyarakat melindungi warganya

Struktur masyarakat yang majemuk secara vertikal ditandai dengan adanya perbedaan lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam.

Apabila secara kuantitas jumlah anggota masyarakat lapisan bawah lebih dominan, berarti ketahanan sosial masyarakat tersebut tergolong lemah menurut ukuran ekonomi.

Hal ini dapat ditanggulangi melalui program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah.

Dengan berkembangnya toleransi di kalangan masyarakat, akan meningkatkan kepedulian sosial. Hal ini merupakan modal dasar bagi masyarakat untuk lapisan atas dalam mengatasi kemiskinan di lingkungannya.

Partisipasi masyarakat dalam organisasi 

Dengan adanya kegiatan-kegiatan organisasi akan terbentuk hubungan antarwarga masyarakat yang baik. Selain itu akan semakin intensif peran warga masyarakat dari berbagai organisasi sehingga akan terjalin ikatan dalam kehidupan di masyarakat.

Dengan demikian, jika sudah terjalin ikatan akan lebih mudah untuk melaksanakan kerja sama dalam menanggulangi permasalahan sosial.

Baca juga: Pelaksanaan Sikap Toleransi

Kemampuan masyarakat dalam mencegah konflik 

Membangun toleransi dengan pendekatan sistem sosial, yaitu melalui hubungan antaranggota dari berbagai kelompok.

Semakin intensif hubungan antarkelompok, maka semakin tinggi juga tingkat integrasinya. Dengan adanya hubungan antaranggota dari berbagai kelompok dapat menetralisir konflik. 

Hal ini karena setiap anggota kelompok tidak akan memiliki loyalitas tunggal dalam suatu kelompok tertentu, melainkan mempunyai loyalitas ganda berdasarkan kelompok yang mereka ikuti.

Dengan begitu, adanya sentimen primordial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dapat diminimalisasi karena kegandaan loyalitas dari anggota kelompok. 

Kemampuan masyarakat memelihara kearifan lokal 

Membangun toleransi dengan menggunakan pendekatan sistem budaya dalam kehidupan masyarakat majemuk. Hal ini bertujuan untuk memelihara kearifan lokal yang berpedoman pada nilai-nilai yang berlaku. 

Semakin kuat nilai-nilai tersebut dalam masyarakat, akan semakin kuat pula perekatnya. Perekat yang kuat tersebut mempererat hubungan anggota-anggota kelompok, sehingga terjalin kerja sama dan hubungan harmonis. Kondisi ini akan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara sumber daya alam.

Baca juga: Sikap Toleransi dalam Keberagaman Bangsa Indonesia

 

 

Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Proses Terjadinya Hubungan Sosial Secara Asosiatif

Proses Terjadinya Hubungan Sosial Secara Asosiatif

Skola
Dampak Positif Hubungan Sosial

Dampak Positif Hubungan Sosial

Skola
Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perubahan Sosial

Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perubahan Sosial

Skola
Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perkembangan Zaman

Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perkembangan Zaman

Skola
Ciri-ciri Hubungan Sosial Individu dan Kelompok

Ciri-ciri Hubungan Sosial Individu dan Kelompok

Skola
Identitas Individu dan Kelompok

Identitas Individu dan Kelompok

Skola
Fungsi Manajemen dalam Kegiatan Sekolah

Fungsi Manajemen dalam Kegiatan Sekolah

Skola
Konsep Manajemen: Unsur dan Tingkatan

Konsep Manajemen: Unsur dan Tingkatan

Skola
30 Contoh Kalimat Asking, Giving, and Refusing Permission

30 Contoh Kalimat Asking, Giving, and Refusing Permission

Skola
Koperasi: Ciri, Prinsip, dan Peran

Koperasi: Ciri, Prinsip, dan Peran

Skola
Proses Pembaruan Kebudayaan dan Faktornya

Proses Pembaruan Kebudayaan dan Faktornya

Skola
Tahap Pendirian Koperasi Sekolah

Tahap Pendirian Koperasi Sekolah

Skola
Mengenal Sistem Panca Indera Manusia dan Fungsinya

Mengenal Sistem Panca Indera Manusia dan Fungsinya

Skola
Otoritas Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan

Skola
4 Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

4 Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com