Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Interaksi Sosial Disosiatif: Pengertian dan Contohnya

Kompas.com - 28/11/2022, 09:00 WIB
Vanya Karunia Mulia Putri

Penulis

KOMPAS.com - Interaksi sosial disosiatif sebisa mungkin dihindari masyarakat karena mampu menyebabkan perpecahan.

Berbeda dengan hal itu, ada interaksi sosial asosiatif yang mampu menciptakan persatuan dan kerja sama di antara masyarakat.

Pengertian interaksi sosial disosiatif

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), interaksi sosial disosiatif merupakan interaksi yang mengarah pada perpecahan.

Jenis interaksi sosial ini mampu melemahkan solidaritas dan persatuan di antara individu maupun kelompok masyarakat.

Menurut Nuraedah dalam buku Sosiologi Pendidikan dari Masyarakat hingga Ketidaksetaraan (2022), interaksi sosial disosiatif lebih menekankan pada persaingan atau perlawanan.

Akibat dari interaksi sosial disosiatif, yakni terpisah atau terpecahnya kehidupan manusia, sehingga kondisi masyarakat tidak harmonis.

Baca juga: Interaksi Sosial Asosiatif: Pengertian dan Contohnya

Contoh interaksi sosial disosiatif

Dikutip dari buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (2020) karya Dina Anika Maharyani dkk, ada tiga jenis interaksi sosial disosiatif, yaitu:

  1. Persaingan
  2. Perselisihan
  3. Kontravensi.

Berikut penjelasannya:

Persaingan

Adalah perpecahan antarmanusia yang bisa dikatakan masih dalam konteks positif. Dikatakan demikian, karena individu atau kelompok saling bersaing untuk mencapai tujuan yang sama.

Contohnya persaingan antarsiswa berbeda sekolah dalam olimpiade IPA, dan persaingan para atlet dalam kejuaraan olahraga nasional.

Perselisihan

Sering juga disebut pertikaian atau pertentangan. Merupakan interaksi sosial yang terjadi karena adanya permasalahan atau selisih paham.

Baca juga: Interaksi Sosial: Pengertian, Syarat, dan Aturannya

Bentuk interaksi sosial disosiatif ini terjadi melalui perkelahian atau pertengkaran dalam kehidupan sosial masyarakat.

Misalnya perkelahian antarteman, pertengkaran antara orangtua dan anak, perkelahian antargeng motor, dan perselisihan antarkelompok sosial.

Kontravensi

Adalah proses persaingan yang ditandai dengan ketidakpastian mengenai pribadi seseorang atau perasaan tidak suka yang disembunyikan.

Contoh bentuk interaksi sosial disosiatif ini adalah penghasutan kelompok masyarakat oleh pihak tertentu, dan memfitnah orang lain tanpa memberikan bukti.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Tingkat Tutur Bahasa Jawa: Ragam Ngoko dan Ragam Krama

Tingkat Tutur Bahasa Jawa: Ragam Ngoko dan Ragam Krama

Skola
Makna Simbolik Peralatan Siraman Pengantin Adat Jawa

Makna Simbolik Peralatan Siraman Pengantin Adat Jawa

Skola
Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ungkapan Bahasa Jawa

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ungkapan Bahasa Jawa

Skola
Simbol-simbol dalam Gunungan Wayang Kulit Jawa

Simbol-simbol dalam Gunungan Wayang Kulit Jawa

Skola
Apa Itu Kesenian Ludruk?

Apa Itu Kesenian Ludruk?

Skola
Apa itu Jemblung sebagai Drama Rakyat Jawa?

Apa itu Jemblung sebagai Drama Rakyat Jawa?

Skola
Garapan dan Problematika Kethoprak

Garapan dan Problematika Kethoprak

Skola
Mengenal Ragam Pementasan Kethoprak

Mengenal Ragam Pementasan Kethoprak

Skola
Ukara Sesanti Bahasa Jawa

Ukara Sesanti Bahasa Jawa

Skola
Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa

Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa

Skola
Aspek Pendidikan dalam Pementasan Drama Jawa

Aspek Pendidikan dalam Pementasan Drama Jawa

Skola
Mencermati Simbol Kehidupan dalam Drama Jawa

Mencermati Simbol Kehidupan dalam Drama Jawa

Skola
Struktur Pertunjukan Ludruk

Struktur Pertunjukan Ludruk

Skola
Mengenal Apa Itu Wayang Wong

Mengenal Apa Itu Wayang Wong

Skola
Passive Voice dalam Future Perfect Tense

Passive Voice dalam Future Perfect Tense

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com