Kompas.com - 03/10/2022, 11:00 WIB

Oleh: Yopi Nadia, Guru SDN 106/IX Muaro Sebapo, Muaro Jambi, Provinsi Jambi

 

KOMPAS.comPencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan makhluk hidup.

Berbagai hal dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara, terutama aktivitas yang kita lakukan sehari-hari.

Karena aktivitas manusia menggunakan alat yang sering kali mengeluarkan asap dan mengotori udara. 

Secara garis besar, ada dua faktor penyebab terjadinya pencemaran udara, yakni:

Faktor manusia

Berikut beberapa kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara:

  • Proses pemanasan oleh pengolahan bahan makanan
  • Proses pembangunan infrastruktur yang dapat menghasilkan asap dan debu di suatu kawasan
  • Proses fertilisasi atau pembuahan yang merupakan proses peleburan dua gamet
  • Asap transportasi
  • Penggunaan bahan radioaktif yang digunakan dalam percobaan bom nuklir
  • Aktivitas pertambangan dan penggalian yang dapat menghasilkan debu dan emisi yang menimbulkan polusi udara
  • Aktivitas pembakaran, misal pembakaran sampah dan hutan.

Baca juga: Pencemaran Udara: Pengertian dan Jenis

Selain itu, asap rokok juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran udara. Selain mengandung partikel berbahaya, asap rokok juga dapat mencemari udara di sekitarnya.

Aktivitas penggunaan listrik yang berlebihan juga turut menimbulkan pencemaran udara. Terlebih lagi, di Indonesia, pembangkit listriknya masih banyak yang menggunakan batu bara.

Walau sering dilakukan, ternyata aktivitas pertanian juga bisa membuat udara tercemar. Amonia menjadi salah satu jenis gas yang berbahaya bagi atmosfer.

Faktor alam

Letusan Gunung Semeru terlihat dari Oro Oro Ombo, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu di Kabupaten Lumajang dan Malang. ANTARA FOTO/HO/Humas BNPB/wpa/rwa.HUMAS BNPB Letusan Gunung Semeru terlihat dari Oro Oro Ombo, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu di Kabupaten Lumajang dan Malang. ANTARA FOTO/HO/Humas BNPB/wpa/rwa.

Faktor ini terjadi secara alamiah. Karena merupakan kegiatan yang terjadi tanpa campur tangan manusia.

Contohnya erupsi gunung berapi. Meletusnya gunung berapi dapat menghasilkan partikel abu vulkanik dan gas yang dapat mencemari lingkungan.

Erupsi gunung berapi juga berdampak pada kualitas kesehatan makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Baca juga: 5 Faktor Penyebab Pencemaran Tanah

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.