Kompas.com - 01/10/2022, 12:00 WIB

Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi

 

KOMPAS.com - Untuk mengetahui keadaan cuaca di suatu tempat, baik dalam jangka pendek maupun panjang, biasanya banyak orang membutuhkan prakiraan cuaca agar dapat mempersiapkan diri sebelum keluar rumah.

Sebab, keadaan cuaca bisa berubah setiap saat. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti Matahari, awan, hujan, angin, dan suhu udara. 

Prakiraan cuaca sendiri bisa didapatkan melalui televisi, koran, atau bahkan ponsel. Di Indonesia prakiraan cuaca dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Prakiraan cuaca BMKG ini dilakukan oleh seorang prakirawan cuaca (forecaster) menggunakan berbagai alat canggih.

Baca juga: 6 Unsur Pembentuk Cuaca

Pengertian prakiraan cuaca

Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.

Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.

Awal mula manusia memperkirakan cuaca  

Selama beribu-ribu tahun, manusia telah mencoba untuk meramalkan cuaca. Pada tahun 650 SM, orang-orang Babilonia meramalkan cuaca dengan melihat pola-pola awan.

Sekitar tahun 340 SM, Aristoteles menjelaskan pola-pola cuaca dalam meteorologi. Orang-orang Cina mulai memperkirakan cuaca sekitar tahun 300 SM.

Metode prakiraan cuaca kuno biasanya mengandalkan pengamatan terhadap pola-pola peristiwa. Misalnya, jika warna langit berwarna merah pada saat matahari terbenam, keesokan harinya biasanya cerah.

Baca juga: Meteorologi, Ilmu yang Mempelajari tentang Keadaan Cuaca

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Contoh Hewan Vivipar

12 Contoh Hewan Vivipar

Skola
4 Jenis Penyerbukan Berdasarkan Perantaranya

4 Jenis Penyerbukan Berdasarkan Perantaranya

Skola
2 Teori Evolusi: Manusia Purba dan Charles Darwin

2 Teori Evolusi: Manusia Purba dan Charles Darwin

Skola
Soal dan Jawaban Jenis-jenis Pecahan

Soal dan Jawaban Jenis-jenis Pecahan

Skola
7 Contoh Pantun Nasihat

7 Contoh Pantun Nasihat

Skola
Konjungsi Kronologis: Pengertian dan Contohnya

Konjungsi Kronologis: Pengertian dan Contohnya

Skola
Soal dan Jawaban Perubahan Kuantitas Secara Bersamaan

Soal dan Jawaban Perubahan Kuantitas Secara Bersamaan

Skola
7 Definisi Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

7 Definisi Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Skola
Pengaruh Gaya Gesek terhadap Benda

Pengaruh Gaya Gesek terhadap Benda

Skola
Cara Kerja Kincir Angin

Cara Kerja Kincir Angin

Skola
Sifat-sifat Perkalian Matriks

Sifat-sifat Perkalian Matriks

Skola
6 Perbedaan Save dan Save As

6 Perbedaan Save dan Save As

Skola
Peran Lembaga Penegak Hukum di Indonesia

Peran Lembaga Penegak Hukum di Indonesia

Skola
Evolusi: Jenis dan Prinsipnya

Evolusi: Jenis dan Prinsipnya

Skola
Pengelompokan Candi di Indonesia

Pengelompokan Candi di Indonesia

Skola
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.