Kompas.com - 15/08/2022, 18:00 WIB

Oleh: Ani Rachman,S.Pd Guru SDN No.111/IX Muhajirin. Muaro Jambi, Provinsi Jambi

 

KOMPAS.com - Dalam tata surya terdapat beragam benda langit seperti planet, komet, satelit, hingga bintang. Bintang merupakan salah satu benda langit yang paling awal kita kenal. Sejak zaman dahulu bintang sering dimanfaatkan nelayan sebagai penunjuk arah.

Pengertian bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya sendiri. Bintang berjarak sangat jauh dari Bumi sehingga cahayanya hanya nampak di saat malam hari dan nampak kecil. Bintang membentuk pola tertentu yang disebut rasi bintang.

Bintang juga disebut sebagai bola gas bercahaya. Sebagian besar pembentuk cahayanya adalah hidrogen dan helium. Dua bahan itu disatukan oleh gravitasi dengan temperatur tinggi yang kemudian menghasilkan energi.

Setiap bintang akan memiliki ukuran dan jumlah energi yang berbeda-beda. Kita bisa mengetahui energi pada suatu bintang dengan melihat warna pada cahayanya.

Bintang dengan cahaya berwarna putih atau biru memiliki suhu yang tinggi. Sedangkan bintang dengan suhu rendah atau lebih dingin memiliki warna oranye atau merah.

Baca juga: Teropong Bintang: Fungsi, Cara Kerja, dan Jenisnya

Bentuk bintang

Kebanyakan orang menggambar bintang dengan bentuk segi lima, yang memiliki lima sudut lancip. Bahkan hewan laut yang bentuknya seperti itu, juga disebut bintang laut. Apakah benar bentuk bintang seperti itu?

Dilihat dari  pengertian bintang, bintang digambarkan sebagai sesuatu yang berbentuk bola. Pada umumnya bintang berbentuk bulat sempurna atau hampir sempurna karena adanya tarikan gravitasi yang bekerja ke segala arah. Tapi, ada juga beberapa bintang yang berbentuk pipih, bahkan menyerupai kacang.

Bintang yang berbentuk pipih sebenarnya berawal dari bintang yang berbentuk bola. Karena putarannya yang sangat cepat, bintang ini  kehilangan sebagian massanya dan bentuknya menjadi pipih.

Bintang yang berbentuk pipih bernama Achernar. Bintang paling pipih yang pernah ditemukan oleh astronom melalui pengamatan di European Southern Observatory pada tahun 2002.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.