Kompas.com - 27/05/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Konflik merupakan satu hal yang tidak bisa terelakkan, tetapi dapat diatasi sehingga konflik tidak mengganggu setiap individu. 

Semua orang tentu akan memiliki cara tersendiri dalam menyelesaikan konflik. Semua tergantung dari kepribadian serta nilai yang dipegang oleh masing-masing individu.

Salah satu nilai yang memengaruhi gaya penyelesaian konflik yang dipilih seseorang adalah nilai individualisme-kolektivisme

Dikutip dari Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (2017) karya Richard West & Lynn H.Turner, Ting Toomey menyatakan bahwa pada masyarakat individualis, gaya penyelesaian konflik cenderung menggunakan metode dominasi. 

Sedangkan masyarakat kolektivis, gaya penyelesaian konflik yang diambil lebih bersifat membantu lawan atau menghindari konflik itu sendiri. 

Baca juga: Konsekuensi Teori Relativitas Khusus

Pengertian individualisme

Individualisme didefinisikan sebagai ikatan sesama individu dalam sebuah masyarakat mulai hilang dan perhatian individu hanya terpusat pada dirinya serta keluarga inti saja. 

Individualisme juga dapat diartikan sebagai nilai budaya di mana individu lepas dari masyarakat dan memusatkan perhatian pada dirinya sendiri. 

Secara umum saat seseorang menekankan faktor individu di atas kelompok maka ia mengutarakan pandangan individualistis.

Individualisme merujuk pada kecenderungan orang-orang untuk menonjolkan identitas individu di atas identitas kelompok, hak individu di atas hak kelompok, dan kebutuhan individu di atas kebutuhan kelompok. 

Manusia yang individualisme menekankan inisiatif individu, kemandirian, ekspresi individual, dan keleluasaan pribadi.

Nilai-nilai yang bersifat individualistis menonjolkan kebebasan, kejujuran, kenyamanan, dan kesetaraan pribadi di antara yang lain.

Baca juga: Teori Ekologi Media: Pengertian dan Asumsi

Pengertian kolektivisme

Kolektivisme adalah nilai di mana masyarakat tergabung dalam ikatan yang kohesif. Individu wajib untuk menjaga loyalitas terhadap kelompoknya. Kolektivisme juga dapat diartikan sebagai perhatian individu pada masyarakat tempat ia tinggal. 

Kolektivisme menekankan pentingnya tujuan kelompok di atas tujuan individu, kewajiban kelompok di atas hak individu, dan kebutuhan kelompok atas keinginan individu.

Kolektivisme adalah nilai budaya yang menekankan pada kepentingan kelompok di atas kepentingan individu.

Orang-orang dengan budaya kolektivis memberi nilai pada kerja sama dan melihat diri mereka sebagai bagian dari kelompok yang lebih besar. 

Nilai-nilai kolektivisme berfokus pada keharmonisan, menghormati harapan orang tua, dan memenuhi kebutuhan orang lain. 

Perbedaan individualisme dan kolektivisme 

Dilansir dari jurnal Hubungan Budaya Individualis-Kolektif dan Motivasi Berbelanja Hedonik pada Masyarakat Kota Jakarta (2017) oleh Devi Jatmika, perbedaan masyarakat perbedaan masyarakat individualis dan kolektif, sebagai berikut: 

Individualis Kolektif
Setiap orang harus menjaga diri sendiri dan hanya keluarga langsung mereka Orang-orang yang lahir didalam keluarga besar atau marga, yang melindungi mereka sebagai pertukaran untuk loyalitas
Kesadaran "saya" Kesadaran "kamu"
Hak untuk privasi Menekankan pada kebersamaan 
Mnegemukaan pemikiran adalah hal yang sehat Harmoni harus dijaga
Orang-orang lain diklasifikasikan sebagai individu Orang-orang lain diklasifikasikan sebagai dalam kelompok (in group) atau luar kelompok (out group)
Opini pribadi seseorang diharapkan Opini-opini ditentukan oleh dalam kelompok (in group)
Pelanggaran terhadap norma menimbulkan perasaan bersalah  Pelanggaran terhadap norma menimbulkan perasaan malu
Tujuan dari pendidikan adalah belajar Tujuan dari pendidikan adalah bagaimana melakukan sesuatu
Tugas didahulukan daripada hubungan Hubungan didahulukan daripada tugas

Baca juga: Apa Itu Teori Ketergantungan Media?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.