Kompas.com - 24/05/2022, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Budaya politik merupakan persepsi warga negara yang diaktualisasikan dalam pola sikap terhadap masalah politik dan peristiwa politik yang terjadi. 

Hal tersebut berdampak terhadap pembentukan struktur dan proses kegiatan politik masyarakat maupun pemerintah. Karena sistem politik berhubungan antara kekuasaan, aturan, dan wewenang. 

Dikutip dari buku Demokrasi Lokal: Perubahan dan Kesinambungan Nilai-Nilai Budaya Politik Lokal di Jawa Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali (2009) oleh R. Siti Zuhro, budaya politik adalah sistem nilai bersama suatu masyarakat secara sadar untuk berpartisipasi mengambil keputusan kolektif dan kebijakan publik. 

Budaya politik merujuk pada orientasi dan tingkah laku individu terhadap sistem politik.  Sistem politik memiliki tiga aspek yang mencakup orientasi kognitif, orientasi afektif, dan orientasi evaluatif. 

Terdapat beberapa jenis budaya politik yang digunakan setiap negara. Umumnya, jenis atau tipe budaya politik yang digunakan adalah budaya politik parokial, budaya politik kaula atau subyek, dan budaya politik partisipan. 

Baca juga: Budaya Politik: Definisi dan Tipe-Tipenya

Dilansir dari buku Perilaku Politik (1995) oleh Sudijono Sastroatmodjo, Almond menyimpulkan adanya budaya politik campuran (mixed political culture) yang umum terjadi pada suatu masyarakat. 

Hal ini karena kerap kali ditemukan inklinasi salah satu tipe budaya politik dalam sebuah masyarakat. 

Misalnya, dalam budaya politik partisipan masih ada individu-individu yang tidak menaruh minat pada obyek politik secara luas. 

Berikut tiga tipe budaya politik campuran berdasarkan Almond, yaitu: 

  • Budaya parokial-subyek 

Di mana sebagian besar masyarakat menolak tuntutan eksklusif masyarakat yang feodalistik. Masyarakatnya mengembangkan kesetiaan pada sistem politik dengan struktur pemerintah pusat yang sentralistis dan kompleks. 

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian Sistem Kontrol, Jenis dan Contohnya

Pengertian Sistem Kontrol, Jenis dan Contohnya

Skola
Sel Ferrel: Pengertian dan Proses Terjadinya di Atmosfer Bumi

Sel Ferrel: Pengertian dan Proses Terjadinya di Atmosfer Bumi

Skola
Daftar Gugus Fungsi Senyawa Karbon

Daftar Gugus Fungsi Senyawa Karbon

Skola
Bioluminesensi: Pengertian, Penyebab, dan Contohnya

Bioluminesensi: Pengertian, Penyebab, dan Contohnya

Skola
Kaki Tabung pada Bintang Laut

Kaki Tabung pada Bintang Laut

Skola
Persediaan: Pengertian, Jenis, dan Biayanya

Persediaan: Pengertian, Jenis, dan Biayanya

Skola
Upaya Menjaga Nilai Luhur Pancasila

Upaya Menjaga Nilai Luhur Pancasila

Skola
Pengertian Masyarakat Madani dan Contohnya

Pengertian Masyarakat Madani dan Contohnya

Skola
4 Faktor Eksternal Terjadinya Pelanggaran HAM

4 Faktor Eksternal Terjadinya Pelanggaran HAM

Skola
Struktur Teks Eksplanasi Beserta Penjelasannya

Struktur Teks Eksplanasi Beserta Penjelasannya

Skola
Konjungsi Antarparagraf: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Konjungsi Antarparagraf: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Skola
6 Unsur Pembentuk Cuaca

6 Unsur Pembentuk Cuaca

Skola
Email: Pengertian dan Fungsinya

Email: Pengertian dan Fungsinya

Skola
Mengapa Bahan Bakar Fosil Sulit dihentikan?

Mengapa Bahan Bakar Fosil Sulit dihentikan?

Skola
Definisi Sekolah Penggerak dan Bentuk Intervensinya

Definisi Sekolah Penggerak dan Bentuk Intervensinya

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.