Kompas.com - 21/05/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Negara mengimpor barang dan jasa, guna memenuhi kebutuhannya. Impor adalah kegiatan memasukkan barang dan jasa dari negara lain ke dalam negeri.

Tanpa disadari, terkadang kegiatan impor dapat merugikan kondisi ekonomi dalam negeri. Sebab secara langsung maupun tidak, barang impor akan bersaing dengan barang lokal.

Oleh sebab itu, dibuatlah beberapa kebijakan untuk mengendalikan serta membatasi kegiatan impor. Contohnya adalah proteksi dan kuota impor.

Kedua kebijakan tersebut terlihat mirip, namun sebenarnya berbeda dalam beberapa hal.

Jelaskan perbedaan antara proteksi dan kuota impor! 

Perbedaan antara proteksi dan kuota impor terletak pada pengertian dan cara melakukannya.

Baca juga: Kaitan antara Globalisasi, Ekspor, dan Impor dengan Pasar Bebas

Pengertian proteksi dan kuota impor

Dilansir dari Investopedia, proteksi disebut juga proteksionisme. Adalah kebijakan pemerintah yang membatasi perdagangan internasional sebagai upaya membantu industri dalam negeri.

Kebijakan proteksi bertujuan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi domestik dan untuk mengatasi masalah keamanan atau kualitas.

Menurut Sjamsul Arifin, dkk dalam buku Kerja Sama Perdagangan Internasional: Peluang dan Tantangan bagi Indonesia (2004), kuota impor adalah kebijakan pembatasan barang impor dalam kurun waktu tertentu.

Kebijakan ini dikatakan mengikat (binding), jika kuantitas impor yang diperbolehkan ada di bawah kuantitas impor dalam perdagangan bebas, begitu pula sebaliknya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.