Kompas.com - 20/05/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Pengendalian atas kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak bisa berubah atau berkurang oleh beberapa alasan. Berkurangnya pengendalian tersebut bisa dikarenakan tanpa pengaruh dan pengaruh signifikan. 

Berikut penjelasannya:

Berkurangnya kepemilikan tanpa pengaruh 

Investor (entitas induk) sebagian besar punya 85 persen saham investee (entitas anak). Dalam buku Akuntansi Keuangan Menengah (2021) oleh Hery, Investee adalah perusahaan yang memiliki kepemilikan bagian hanya sebesar 20 persen, sehingga tidak memiliki pengaruh signifikan. 

Perlakuan Akuntansi

Di dalam transaksi ekuitas, penjualan entitas induk tidak disarankan karena bisa menghilangkan pengendalian.

Dalam PSAK 65 (2014) disebutkan, jika entitas induk kehilangan pengendalian entitas anak, maka menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatat ketika pengendalian hilang dan mengakui setiap sisa investasi terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian. 

Kerugian atupun keuntungan atas hilangnya pengendalian entitas induk tersebut harus diakui. Berikut ini rumus untuk menghitung kerugian atau keuntungan hilangnya pengendalian, yaitu: 

  1. Keuntungan/kerugian atas pelepasan= Nilai wajar imbalan yang dialihkan - Nilai tercatat investasi yang dilepas 
  2. Kerugian/keuntungan= Nilai wajar investasi yang tersisa - Nilai tercatat investasi yang tersisa 

Baca juga: Perubahan Kepemilikan Entitas Induk Berakibat Perolehan Pengendalian

Contoh soal

Contoh berkuranganya kepemilikan dari pengendalian menjadi tanpa pengaruh, sebagai berikut: 

Entitas induk membeli kepemilikan atas saham entitas anak sebesar 60% pada 2 Januari 2015. Entitas induk membayar Rp 420.000.000, sebesar proporsi nilai aset bersih entitas anak dan entitas induk punya penegndalian atas entitas anak.

Komposisi ekuitas entitas anak saat ini terdiri atas saham biasa dan saldo laba sebesar Rp 500.000.000 dan Rp 200.000.000.

Tanggal 31 Desember 2015 entitas induk menjual sebagian saham entitas anak ke pihak ketiga sebesar 40% dengan uang sebesar Rp 300.000.000.

Penjualan tersebut membuat kepemilikan entitas induk menjadi 20% dan tidak punya pengaruh signifikan atas entitas anak. Pada tanggal akuisisi, nilai wajar investasi tersisa 20% atau sebesar Rp 150.000.000.

Entitas anak melaporkan laba dan mengumumkan dividen selama 2015 sebesar Rp 50.000.000 dan Rp 30.000.000. 

Dampak penjualan entitas induk berakibat hilangnya pengendalian entitas induk maka harus mengukur kembali kepentingan ekuitas yang tersisa pada nilai wajar tanggal penjualan dan mengakui keuntungan kerugian yang dihasilkan dalam laporan laba rugi.

Berikut ini perhitungan: 

Nilai wajar imbalan yang diterima 300.000.000
Nilai tercatat investasi yang dilepas 288.000.000
Keuntungan atas pelepasan  12.000.000
Nilai wajar investasi yang tersisa 150.000.000
Nilai tercatat investasi yang tersisa  144.000.000
Keuntungan atas pengukuran kembali 6.000.000
Keuntungan/kerugian 18.000.000

Jurnal untuk mencatat penjualan entitas induk sebagai berikut: 

31 Desember 2015
Jurnal mencatat pelepasan investasi 

Kas (D)   300.000.000  
  Investasi (K)   288.000.000
  Keuntungan (K)   12.000.000

Jurnal untuk mencatat selisih nilai wajar atas investasi sebelumnya 

Investasi (D)   6.000.000  
  Keuntugan (K)   6.000.000

Perlakuan akuntansi selanjutnya

Apabila entitas induk tidak memiliki pengendalian atas penjualan maka pencatatan dilakukan didalam metode nilai wajar sesuai PSAK 55 (Revisi 2014) Instrumen Keuangan-Pengakuan dan Pengukuran.

Nilai wajar sebesar Rp 150.000.000 (dari contoh di atas) akan menjadi biaya perolehan. Penjualan sebagian yang dilakukan pada periode interim 1 Juli 2015 maka keuntungan kerugian dihitung berdasar nilaai tercatat dan nilai wajar. 

Baca juga: Perubahan kepemilikan Akibat Aktivitas pada Entitas Anak

Berkurangnya kepemilikan menjadi pengaruh Signifikan 

Perlakuan akuntansi yang sesuai dengan bagian ini sama halnya dengan perlakuan akuntansi sebelumnya, pada berkurangnya kepemilikan dari pengendalian tanpa pengaruh.

Entitas induk harus mengakui sisa investai pada entita anak terdahulu pada nilai wajarnya pada saat tanggal hilangnya pengendalian. 

Entitas induk juga harus mengakui perbedaan keuntungan kerugian dalam laba rugi diatribusikan ke entitas induk. Perbedaannya terletak pada perlakuan akuntansi setelah hilangnya pengendalian. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.