Kompas.com - 07/05/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Entitas Anak atau PT Anak bisa membeli saham treasuri dengan alasan tertentu. Pembelian saham treasuri tersebut bisa dilakukan dari PT Induk ataupun pihak ketiga.

Dalam buku Akuntansi Keuangan Lanjutan (2018) oleh Hartono, entitas induk adalah entitas yang mengendalikan entitas anak. 

Entitas anak membeli saham treasuri entitas induk

Entitas anak yang membeli saham treasuri dari entitas induk akan mengakibatkan peningkatan pada kepemilikan entitas non pengendali.

Kepemilikan entitas induk otomatis akan mengalam penurunan. Pengendalian entitas induk terhadap peningkatan ini tidak hilang. 

Entitas induk harus mengakui dalam ekuitas dan perbedaan yang muncul dicatat serta disesuaikan nilai waja yang diterima dan diatribsikan ke pemilik entitas induk.

Baca juga: Perubahan dalam bagian kepemilikan Entitas Induk

Contoh pembelian saham treasuri 

PT Induk membeli 350.000 lembar dari 500.000 lembar saham beredar PT Anak pada 2 Januari 2015.

PT Induk membayar Rp 490.000.000 sebesar proporsi nilai aset bersih PT Anak. Komposisi ekuitas PT Anak terdiri atas saham biasa dan saldo laba sebesar Rp 500.000.000 dan Rp 200.000.000.

Saham PT Anak membeli nilai nominal Rp 1.000. Tanggal 31 Desember 2015, PT Anak membeli saham treasuri 100.000 lembar saham dari PT Induk seharga Rp 1.200 per lembar.

PT Anak melaporkan laba dan mengumumkan dividen selama tahun 2015 sebesar Rp 50.000.000 dan Rp 30.000.000.

Dampak pembelian tersebut adalah kepemilikan PT Induk turun menjadi sebesar 62% (250.000 lembar/ 400.000 lembar).

Berikut ini adalah rincian perhitungan persentase kepemilikan: 

  PT Induk Jumlah Beredar PT Induk
Kepemilikan saham sebelum penambahan 350.000 500.000 70%
Pembelian saham treasuri (100.000) (100.000)  
Kepemilikan saham setelah pembelian 250.000 400.000 62,5%

Terjadi penurunan saat pembelian saham treasuri ini pada PT Anak senilai Rp 120.000.000 (Rp 1.200 x 100.000 lembar).

Jurnal untuk mencatat pembelian saham treasuri tersebut sebagai berikut: 

Saham Treasuri (D)   120.000.000  
  Kas (K)   120.000.000

Berikut ini adalah tabel penyesuaian kepemilikan jika PT Induk menggunakan metode ekuitas yang mengakibatkan penurunan persentase kepemilikan PT Induk dan ekuiats PT Anak, yaitu:

  Sebelum Setelah Selisih
Saham Biasa 500.000.000 500.000.000  
Saldo Laba 220.000.000 220.000.000  
Saham Treasuri - (120.000.000)  
  720.000.000 600.000.000  
Kepemilikan Saham 70% 62,5%  
Nilai tercatat investasi 504.000.000 375.000.000 (129.000.000)

Jurnal untuk memcatat peyesuaian nilai tercatat investasi sebagai berikut: 

Kas (D)   120.000.000  
Akuitas (D)   9.000.000  
  Investasi PT Anak (K)   129.000.000

Setelah dilakukan jurnal penyesuaian, maka perlu dibuat perhitungan jurnal eliminasi dalam laporan konsolidasian sebagai berikut: 

  Rasio PT Induk

Kepentingan

Non Pengendali

Saham

Biasa

Saham Treasuri

Saldo 

Laba

Saldo 2 Januari 2015 70:30 490.000.000 210.000.000 500.000.000   200.000.000
Laba Bersih 70:30 35.000.000 15.000.000 -   50.000.000
Dividen 70:30 (21.000.000) (9.000.000) -   (30.000.000)
Pembelian saham treasuri   (129.000.000) 9.000.000 - (120.000.000) -
Saldo 31 Desember 2015 62,5:37,5 375.000.000 225.000.000 500.000.000 (120.000.000) 220.000.000

Berikut ini adalah jurnal terakhir yaitu jurnal eliminasi yang diperlukan setelah dilakukan perhitungan sebagai berikut: 

Saham Biasa (D)   500.000.000  
Saldo Laba (D)   200.000.000  
Bagian Laba PT Anak (D)   35.000.000  
Bagian Laba Non penegndali (D)   15.000.000  
  Dividen Diumumkan (K)   30.000.000
  Saham Treasuri (K)   120.000.000
  Investasi PT Anak (K)   375.000.000
  Kepentingan Nonpengendali   225.000.000

Baca juga: Akuntansi untuk Transaksi menggunakan Valuta Asing

Entitas anak membeli saham treasuri dari pihak ketiga

Pada pembelian saham dari pihak ketiga ini akan meningkatkan presentase kepemilikan entitas induk. Sebaliknya, kepentingan entitas non pengendali akan mengalami penurunan.

Entitas induk secara langsung mengakui dalam ekuitas perbedaan jumlah yang tercatat kepentingan non penegndali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diterima dan di atribusikan ke entitas induk. 

Contoh pembelian saham dari pihak ketiga

PT Induk membeli 350.000 dari 500.000 lembar saham beredar PT Anak pada tanggal 2 Jnuari 2015. PT Induk membayar Rp 560.000.000 yaitu sebesar proporsi nilai aset bersih PT Anak.

Komposisi ekuitas PT Anak saat itu terdiri dari saham biasa dan saldo laba sebesar Rp 500.000.000 dan Rp 200.000.000. Saham PT Anak memiliki nilai nominal sebesar Rp 1000.

Tanggal 31 Desember 2015 PT Anak melaporkan laba dan mengumumkan dividen selama 2015 sebesar Rp 50.000.000 dan Rp 30.000.000.

Dampak pembelian ini meningkatkan kepemilikan PT Induk menjadi 87,5% (350.000 lembar/400.000 lembar).

Rincian perhitungan persentase kepemilikan sebagai berikut: 

  PT Induk Jumlah Beredar 5 PT Induk
Kepemilikan saham sebelum penambahan 350.000 500.000 70%
Pembelian saham treasuri   (100.000)  
Kepemilikan saham setelah pembelian 350.000 400.000 87,5%

Pembelian saham ini menurunkan ekuitas PT Anak sebesar Rp 120.000.000 (Rp 1200 x Rp 100.000). Jurnal untuk mencatat pembelian saham treasuri sebagai berikut: 

Saham Treasuri (D)   120.000.000  
  Kas (D)   120.000.000

Dalam pencatatan PT Induk dengan metode ekuitas mengakibatkan kenaikan persentase kepemilikan PT Induk sehingga ekuiats PT Anak berkurang. Perlu adanya penyesuaian kondisi ini dengan menggunakan tabel perhitungan nilai tercatat investasi sebagai berikut: 

  Sebelum Setelah Selisih
Saham Biasa 500.000.000 500.000.000  
Saldo Laba 220.000.000 220.000.000  
Saham Treasuri - (120.000.000)  
  720.000.000 600.000.000  
Kepemilikan Saham 70% 87,5%  
Nilai Tercatat Investasi 504.000.000 525.000.000 21.000.000

Selisih sebesar Rp 21.000.000 disesuaian dengan menambah nila tercatat investasi dan tidak boleh diakui pada laba rugi tapi harus pada transaksi ekuitas. Jurnal penyesuaian untuk nilai tercatat investasi sebagai berikut: 

Investasi PT Anak   21.000.000  
  EKuitas    21.000.000

Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian perlu adanya perhitungan jurnal eliminasi sebagai berikut: 

  Rasio PT Induk

Kepentingan

Non Pengendali

Saham Biasa Saham Treasuri Saldo Laba
Saldo 2 Januari 2015 70:30 490.000.000 210.000.000 500.000.000   200.000.000
Laba Bersih 70:30 35.000.000 15.000.000 -   50.000.000
Dividen  70:30 (21.000.000) (9.000.000) -   (30.000.000)
Pembelian saham treasuri   21.000.000 (141.000.000) - (120.000.000) -
Saldo 31 Desember 2015 87,5:12,5 525.000.000 75.000.000 500.000.000 (120.000.000) 220.000.000

Setelah dilakukan perhitungan, maka perlu dibuat jurnal eliminasi sebagai berikut: 

Saham Biasa (D)   500.000.000  
Saldo Laba (D)   200.000.000  
Bagian Laba PT Anak (D)   35.000.000  
Bagian Laba Non pengendali (D)   15.000.000  
  Dividen Diumumkan (K)   30.000.000
  Saham Treasuri (K)   120.000.000
  Investasi PT Anak (K)   525.000.000
  Kepentingan Nonpengendali (K)   75.000.000

Baca juga: Akuntansi Keuangan Menengah: Bahasa Bisnis dan Alokasi Sumber Daya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.