Kompas.com - 05/05/2022, 17:00 WIB

KOMPAS.com- Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) memiliki panduan dari hukum dan kebijakannya yaitu asas non diskriminasi. Dua prinsip utama dalam non-diskriminasi dalam hukum WTO adalah MFN dan National treatment.

Pengertian prinsip National Treatment

Prinsip ini mengharuskan anggota agar tidak melakukan diskriminasi antara impor dan produk domestik "serupa" di bawah norma perlakuan nasional. Hal ini termasuk dengan pengecualian pengenaan tarif, yang merupakan tindakan perbatasan.

Perlakuan nasional juga berlaku setelah barang impor masuk ke pasar maka harus dianggap sama dengan komoditas produksi lokal.

Kategori ini termasuk jasa luar negeri dan dalam negeri, serta merek dagang, hak cipta, dan paten luar negeri dan dalam negeri.

Mislanya, jika Negara A memberikan manfaat pajak khusus untuk sektor farmasi yang sedang berkembang, semua bisnis farmasi yang beroperasi di Negara A akan memenuhi syarat untuk pengurangan pajak, terlepas dari apakah perusahaan tersebut lokal atau internasional.

Aturan serupa dapat ditemukan di Perjanjian Umum tentang Perdagangan Jasa atau General Agreement on Trade in Services (GATS) dan Perjanjian TRIPS.

Peraturan tersebut melarang negara-negara memperkenalkan hambatan impor yang diskriminatif atau mengimbangi dampak tarif dengan tindakan non-tarif.

Baca juga: Sejarah GATT: Tujuan, Prinsip, dan Perubahannya

Ketentuan GATT mengenai Prinsip National Treatment

Prinsip National Treatment dalam GATT tercatat pada Pasal III. Pasal III GATT memaksa anggota WTO untuk memberikan perlakuan nasional kepada semua anggota lainnya.

Isi dari GATT Pasal III, sebagai berikkut: 

Pasal III:1

Menyatakan bahwa Anggota tidak boleh mengenakan pajak internal atau pungutan internal lainnya, undang-undang, peraturan, dan prosedur yang mempengaruhi produk impor atau domestik dengan cara yang merugikan produksi dalam negeri.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Faktor yang Memengaruhi Fotosintesis

Faktor yang Memengaruhi Fotosintesis

Skola
Sifat-sifat Logaritma beserta Pembahasannya

Sifat-sifat Logaritma beserta Pembahasannya

Skola
13 Jenis Konjungsi Subordinatif Beserta Contoh Kalimatnya

13 Jenis Konjungsi Subordinatif Beserta Contoh Kalimatnya

Skola
Pengertian dan Ciri-ciri Karya Ilmiah

Pengertian dan Ciri-ciri Karya Ilmiah

Skola
Arti Pluralitas Masyarakat Indonesia

Arti Pluralitas Masyarakat Indonesia

Skola
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Skola
Urgensi Pancasila sebagai Dasar Negara

Urgensi Pancasila sebagai Dasar Negara

Skola
Perbedaan Sensus dan Survei

Perbedaan Sensus dan Survei

Skola
Peranan BUMN bagi Perekonomian Indonesia

Peranan BUMN bagi Perekonomian Indonesia

Skola
Contoh Sikap Tenggang Rasa di Lingkungan Sekolah

Contoh Sikap Tenggang Rasa di Lingkungan Sekolah

Skola
Present Continuous Tense: Pengertian, Rumus dan Contoh Kalimat

Present Continuous Tense: Pengertian, Rumus dan Contoh Kalimat

Skola
Pengertian Leverage Ratio, Manfaat dan Rumus

Pengertian Leverage Ratio, Manfaat dan Rumus

Skola
Makna Puisi Cintaku Jauh di Pulau karya Chairil Anwar

Makna Puisi Cintaku Jauh di Pulau karya Chairil Anwar

Skola
Capital Budgeting: Pengertian, Manfaat, dan Prosesnya

Capital Budgeting: Pengertian, Manfaat, dan Prosesnya

Skola
Konvensi Hak-Hak Anak oleh PBB

Konvensi Hak-Hak Anak oleh PBB

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.