Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengertian Warna Komplementer dan Contohnya

Kompas.com - 05/05/2022, 08:30 WIB
Vanya Karunia Mulia Putri

Penulis

KOMPAS.com - Warna komplementer merupakan hasil dari pola lingkaran Brewster. Pola ini digunakan untuk mendeskripsikan berbagai teori warna.

Dilansir dari buku Pencitraan Visual Kawasan Urban (2019) karya Herry Santosa dan Nur Fauziah, pada 1831, Brewster menyusun teori yang dikenal dengan teori Brewster.

Singkatnya, teori ini membagi warna di alam menjadi empat kelompok warna utama, yakni primer, sekunder, tersier, serta netral.

Kelompok warna tersebut kemudian disusun dalam pola lingkaran Brewster yang menghasilkan berbagai teori warna. Salah satunya ialah warna komplementer.

Apa itu warna komplementer dan bagaimana contohnya?

Pengertian warna komplementer

Menurut Meilani dalam jurnal Teori Warna: Penerapan Lingkaran Warna dalam Berbusana (2013), warna komplementer adalah warna yang berseberangan dalam color wheel atau lingkaran warna dan memiliki sudut 180º dengan posisi kontras.

Baca juga: Warna Primer: Pengertian dan Contohnya

Komplementer menghasilkan perpaduan warna yang sangat menonjol atau kontras. Walau begitu, warnanya tetap terlihat harmonis, saling melengkapi, dan terlihat indah.

Dikutip dari buku Panduan Membuat Desain Ilustrasi Busana (2004) karya Soekarno dan Lanawati Basuki, warna komplementer dihasilkan dari penggabungan dua warna yang letaknya berseberangan pada garis lurus yang ditarik melalui titik pusat lingkaran warna.

Jadi, warna komplementer biasanya terletak di kedua ujung garis tengah lingkaran warna.

Contoh warna komplementer

Ilustrasi lingkaran warna yang bisa menghasilkan warna komplementerWikipedia.org Ilustrasi lingkaran warna yang bisa menghasilkan warna komplementer

Komplementer dari warna merah, kuning, biru berturut-turut adalah hijau, ungu, dan oranye.

Jika dilihat dari lingkaran warna di atas, yang termasuk warna komplementer adalah:

  1. Perpaduan warna kuning dengan ungu
  2. Perpaduan warna biru dengan oranye
  3. Perpaduan warna merah dengan hijau.

Baca juga: Jenis-jenis Warna berdasarkan Komponen penyusunnya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Simbol-simbol Tradisi dalam Budaya Jawa

Simbol-simbol Tradisi dalam Budaya Jawa

Skola
Simbolisme Religi dalam Budaya Jawa

Simbolisme Religi dalam Budaya Jawa

Skola
Bentuk Pertunjukan Gerak Tari Wayang Orang

Bentuk Pertunjukan Gerak Tari Wayang Orang

Skola
Tata Rias, Busana, dan Iringan Wayang Orang

Tata Rias, Busana, dan Iringan Wayang Orang

Skola
Jawaban dari Soal 'Jika Diketahui Jari-jari Lingkaran Kecil 4 Cm'

Jawaban dari Soal "Jika Diketahui Jari-jari Lingkaran Kecil 4 Cm"

Skola
Tingkat Tutur Bahasa Jawa: Ragam Ngoko dan Ragam Krama

Tingkat Tutur Bahasa Jawa: Ragam Ngoko dan Ragam Krama

Skola
Makna Simbolik Peralatan Siraman Pengantin Adat Jawa

Makna Simbolik Peralatan Siraman Pengantin Adat Jawa

Skola
Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ungkapan Bahasa Jawa

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ungkapan Bahasa Jawa

Skola
Simbol-simbol dalam Gunungan Wayang Kulit Jawa

Simbol-simbol dalam Gunungan Wayang Kulit Jawa

Skola
Apa Itu Kesenian Ludruk?

Apa Itu Kesenian Ludruk?

Skola
Apa itu Jemblung sebagai Drama Rakyat Jawa?

Apa itu Jemblung sebagai Drama Rakyat Jawa?

Skola
Garapan dan Problematika Kethoprak

Garapan dan Problematika Kethoprak

Skola
Mengenal Ragam Pementasan Kethoprak

Mengenal Ragam Pementasan Kethoprak

Skola
Ukara Sesanti Bahasa Jawa

Ukara Sesanti Bahasa Jawa

Skola
Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa

Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com