Kompas.com - 07/04/2022, 13:30 WIB


KOMPAS.comSedimentasi marine adalah pengendapan bahan yang tidak larut di air terutama batu dan partikel tanah, yang terbawa dari daratan ke laut dan terkumpul di dasar laut.

Partikel tersebut dapat di bawa oleh angin, es, sungai dan organisme laut. Bahan endapan juga bisa berasal dari aktivitas vulkanik di lautan dan material dari luar angkasa seperti pecahan meteor.

Faktor-faktor sedimentasi marine

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, berikut faktor-faktor yang memengaruhi sedimentasi marine, antara lain:

Ombak

Ombak bersentuhan dengan dasar laut saat menuju ke perairan dangkal. Semakin besar ombak, semakin dalam lokasi sedimentasi berlangsung, dan semakin besar material endapan yang dapat dipindahkan.

Ombak berukuran kecil biasanya mengangkut bahan sedimentasi, seperti pasir ke daerah pesisir dan mengendap di pantai.

Ombak berukuran besar, khususnya saat badai, akan menghancurkan sedimetasi di pantai dan mengangkut materialnya ke laut yang lebih dalam.

Baca juga: Sedimentasi: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Arus pantai 

Ombak mendekati daerah pantai dari berbagai arah, bukan sejajar dengan muka pantai. Ombak tersebut dibelokkan atau dipecahkan saat memasuki perairan dangkal. Hal ini menyebabkan terbentuknya arus pantai.

Dengan gerakan yang cukup cepat, arus pantai dapat membawa material sedimen. Ombak akan mengangkat material sedimen dari dasar dan dibawa oleh arus pantai menuju ke pesisir.

Rip current

Rip current dapat membawa bahan sedimen. Biasanya pergerakan rip current dikenali dari endapan sedimen yang bergerak keluar surf zone (daerah pecahnya ombak menjadi terlihat berbusa atau berbuih).

Pasang surut air laut 

Pasang surut lair laut memberikan dampak tidak langsung terhadap pengangkutan material sedimen. Laut dengan keadaan pasang atau surut akan berdampak pada garis pantainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Filum dalam Klasifikasi Gymnospermae

4 Filum dalam Klasifikasi Gymnospermae

Skola
4 Komponen dalam Pemasaran Online

4 Komponen dalam Pemasaran Online

Skola
Penyerbukan Sendiri: Pengertian dan Ciri-cirinya

Penyerbukan Sendiri: Pengertian dan Ciri-cirinya

Skola
2 Prinsip Dasar yang Melahirkan Ilmu Ekonomi

2 Prinsip Dasar yang Melahirkan Ilmu Ekonomi

Skola
Apa yang Dimaksud dengan Sumber Bunyi?

Apa yang Dimaksud dengan Sumber Bunyi?

Skola
Komoditas Ekspor dan Impor Myanmar

Komoditas Ekspor dan Impor Myanmar

Skola
Kalimat Deskripsi: Pengertian dan Contohnya

Kalimat Deskripsi: Pengertian dan Contohnya

Skola
Mengapa Aspek Budaya dan Politik Termasuk Kajian Geografi?

Mengapa Aspek Budaya dan Politik Termasuk Kajian Geografi?

Skola
Gaya Normal: Pengertian dan Rumusnya

Gaya Normal: Pengertian dan Rumusnya

Skola
Beda Potensial Listrik: Pengertian dan Rumusnya

Beda Potensial Listrik: Pengertian dan Rumusnya

Skola
Komponen Lingkungan Hidup dalam Ekosistem

Komponen Lingkungan Hidup dalam Ekosistem

Skola
Mengapa Indonesia Mempunyai Banyak Gunung Berapi?

Mengapa Indonesia Mempunyai Banyak Gunung Berapi?

Skola
5 Definisi Akuntansi Menurut Para Ahli

5 Definisi Akuntansi Menurut Para Ahli

Skola
Perbedaan Peta Umum dan Peta Khusus

Perbedaan Peta Umum dan Peta Khusus

Skola
Fungsi Zat Besi bagi Tubuh Manusia

Fungsi Zat Besi bagi Tubuh Manusia

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.